RADAR BOGOR - Isu penghapusan program Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehatan bagi warga kurang mampu di Kota Depok, menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Isu tersebut santer terdengar dan ramai di media sosial.
Hal itu membuat sejumlah warga Kota Depok gundah. Salah satunya Yuli. Warga Kalimulya itu mengaku penghapusan program UHC itu menjadi perbincangan sejumlah ibu-ibu di wilayahnya.
"Iya, katanya dihapus mulai tahun ini, semoga saja tidak benar, karena sangat membantu sekali program tersebut," kata warga Kota Depok itu kepada Radar Bogor Senin 5 Januari 2026.
Senada dikatakan Ratih warga Kalimulya lainya. Ia berharap layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Depok tetap ada. Terlebih bagi warga kurang mampu.
"Iya, kalaupun dihapus, ada penggantinya. Yang penting bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis buat warga Kota Depok," pintanya.
Dikonfirmasi, Kepala Dinkes Kota Depok, Mary Liziawati, mengatakan, program jaminan kesehatan bagi warga kurang mampu tidak dihentikan dan masih menjadi prioritas pemerintah Kota Depok. Ia menyebut informasi soal penghapusan UHC tidak benar.
“Isu yang beredar mengenai penghapusan program UHC itu tidak benar," katanya kepada Radar Bogor Senin 5 Januari 2026.
Ia mengatakan, Wali Kota Depok Supian Suri bersama Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah tetap berkomitmen menjaga akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
"Program jaminan kesehatan bagi warga kurang mampu masih berjalan dan tetap menjadi perhatian Pak Wali Kota,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan, Pemkot Depok justru terus melakukan evaluasi agar program jaminan kesehatan dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan dan berjalan lebih efektif.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan kebijakan publik. (faj)
Editor : Yosep Awaludin