RADAR BOGOR - Sudah lebih dari sepuluh bulan Wali Kota Depok, Supian Suri dan Wakil Walikota Depok, Chandra Rahmansyah memimpin Kota Depok.
Sejumlah program pun telah diluncurkan dibawah kepemimpinan Supian-Chandra, seperti Car Free Day (CFD).
Kemudian penguatan layanan kesehatan gratis, hingga lahirnya Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG), dinilai menjadi penanda arah perubahan Kota Depok.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKB, Babai Suhaimi.
Kepada Radar Bogor ia menilai salah satu terobosan paling menonjol adalah hadirnya CFD. Kata dia, CFD menjadi ruang interaksi warga lintas usia dan latar belakang.
CFD bukan sekadar penutupan jalan dari kendaraan bermotor, melainkan wadah silaturahmi, ekspresi kreativitas, sekaligus ruang seni dan budaya yang selama ini dirindukan warga Depok.
“Ya, jadi CFD ini cepat diterima masyarakat. Warga senang karena punya ruang bersama untuk beraktivitas, berkreasi, sekaligus membangun kebersamaan,” katanya kepada Radar Bogor, Senin 5 Januari 2026.
Sementara itu, di sektor kesehatan, ia menilai langkah Supian Suri memperkuat Universal Health Coverage (UHC) menjadi capaian penting.
Program yang sebelumnya dinilai beluservice wm berjalan optimal, kini disebut semakin mendekati layanan kesehatan yang benar-benar inklusif.
Ia menyebutkan, saat ini seluruh puskesmas di Kota Depok telah memberikan layanan kesehatan gratis tanpa pungutan biaya apa pun bagi warga, berapa pun nilai pembiayaannya.
“Kebijakan ini nyata dirasakan masyarakat. Tidak ada lagi biaya di puskesmas. Semua ditanggung dan itu bentuk keberpihakan pada masyarakat," ujarnya.
Sedangkan di bidang pendidikan, Babai mengapresiasi keberanian Supian Suri meluncurkan program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG).
Menurutnya, RSSG ini menjadi sebuah kebijakan yang sebelumnya belum pernah terbuka dan terstruktur.
Dimana, RSSG menjadi jawaban bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada sekolah swasta, namun terkendala biaya pendidikan.
"Sekarang sekolah swasta gratis itu benar-benar hadir. Ini disukai dan dinantikan masyarakat,” tuturnya.
Selain itu, upaya pembenahan infrastruktur juga mulai terlihat, terutama yang berkaitan dengan penanggulangan kemacetan.
Meski dilakukan bertahap, Babai menilai langkah-langkah tersebut sudah menunjukkan arah yang jelas.
Ia menegaskan, dalam waktu hampir satu tahun, program pemerintahan bertajuk “Depok Maju” yang dijalankan Supian Suri bersama Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah tidak hanya berhenti pada janji, tetapi mulai terasa dampaknya.
“Ya, Apa yang dilakukan Wali Kota dan Wakil Wali Kota sudah nyata dirasakan masyarakat. Perubahannya memang bertahap, tapi arahnya jelas,” tuturnya.
Sementara itu Wahyu Prayoga warga Depok mengatakan, perubahan mulai dirasa masyarakat dibawah kepemimpinan Supian-Chandra. Meski belum maksimal, namun perubahan itu terasa.
"Khususnya di bidang pendidikan, saya melihat kota Depok saat ini mulai menyiapkan Sumber daya manusia (SDM) dengan adanya RSGG dan beasiswa bagi warga Depok. Ini bagus, dan harus ditambah terus kalau bisa," katanya kepada Radar Bogor.
Namun, kata dia, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Supian-Chandra. Diantarnya adalah persoalan Kemacetan di Sawangan.
Kata dia, kemacetan di sawangan Depok sudah menjadi masalah kronis yang harus segera diselesaikan.
Jika, pemerintah Kota Depok dibawah kepemimpinan Supian-Chandra bisa menyelesaikan ini, tentunya bisa menjadi prestasi yang bakal diingat masyarakat.
"Sawangan sampai bisa gak macet, itu bakal jadi sejarah. Sudah lama dinanti masyarakat. Saat ini sudah ada arah kesana, pelebaran jalan alternatif. Kalau bisa sukses ini sawangan gak macet, bakal jadi sejarah yang luar biasa," tuturnya.
Senada dikatakan Romli warga Depok lainya. Ia menilai, sejumlah program seperti RSSG sangat membantu dirinya.
Pria yang berprofesi sebagai ojol itu merasa terbantu dengan program RSSG tersebut.
"Harus diakui, sudah merasakan sendiri. Anak saya masuk SMP swasta gratis. Ini sangat membantu banget," tukasnya.(faj)
Editor : Alpin.