Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Keluarga Kades di Garut Klarifikasi ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Akui Marah karena Tudingan Korupsi Bukan Soal Kritik Jalan Desa

Eka Rahmawati • Rabu, 7 Januari 2026 | 06:24 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan Kepala Desa (Kades) Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Wahyu di Lembur Pakuan, Subang.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan Kepala Desa (Kades) Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Wahyu di Lembur Pakuan, Subang.


RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan Kepala Desa (Kades) Panggalih, Kecamatan Ciseweu, Kabupaten Garut yakni Wahyu yang sebelumnya viral lantaran keluarganya diduga melakukan intimidasi terhadap warga.

Sebelumnya seorang warga bernama Holis Muhlisin viral di media sosial setelah memposting kondisi jalan rusak di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat hingga mengkritik transparansi anggaran dana desa.

Namun, setelah video itu beredar di media sosial, keluarga kades Panggalih memanggil Holis dan melontarkan berbagai kalimat dengan nada tinggi hingga melakukan dugaan intimidasi. Suasana itu juga lagi-lagi terekam video yang kemudian beredar di media sosial hingga memicu berbagai reaksi publik.

Setelah kasus dugaan intimidasi keluarga kades di Garut itu viral, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sudah berbincang dengan Holis. Begitu juga dengan Kades Panggalih Wahyu melalui video call.

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga memanggil Wahyu ke kediamannya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang dan menanyakan langsung terkait peristiwa tersebut.

Wahyu datang bertemu gubernur Jawa Barat bersama perangkat Desa Panggalih salah satunya sekretratis desa (sekdes). Hadir pula istri Wahyu bersama anak, menantu dan keluarganya.

Pada pertemuan tersebut, gubernur Jawa Barat menanyakan berbagai hal salah satunya siapa yang terekam video marah-marah termasuk alasannya. Di antara mereka yang marah salah satunya menantu Wahyu, seorang wanita yang memakai hijab.

"Sanes tina kritik jalan rusak (bukan karena kritik jalan rusak), tapi tudingan bapak korupsi," jawab menantu Kades Panggalih Wahyu menjawab pertanyaan gubernur Jabar sebagaimana dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Gubernur Jabar menanyakan langsung pada Wahyu apakah dirinya melakukan korupsi sehingga muncul tudingan dari warganya terkait anggaran dana desa.

"Abdi mah teu korupsi. Abdi mah sebagai kepala desa bertanggung jawab penuh ka lembur kelahiran abdi, (Saya tidak korupsi, saya bertanggung jawab penuh sebagai kepala desa ke tanah kelahiran saya)," ujar Wahyu. 

Meski demikian Dedi Mulyadi menegaskan tetap akan melakukan audit anggaran dana desa sehingga transparan diketahui publik dan membuktikan bahwa tudingan itu tidak benar. 

"Kita ini sekarang harus dijawab dengan pemikiran dan gagasan, jadi orang nuntut transparansi harus dijawab dengan transparansi," kata Dedi Mulyadi.

 

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #kades #gubernur jawa barat #garut #viral