RADAR BOGOR - Kepala Desa (Kades) Panggalih, Kecamatan Ciseweu, Kabupaten Garut Wahyu bersama keluarganya akhirnya dipertemukan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan Holis yang sebelumnya viral terkait kasus dugaan intimidasi.
Sebelumnya Holis Muhlisin warga Desa Panggalih, Cisewu viral di media sosial usai memposting kondisi jalan rusak hingga menyoroti dana desa yang berujung kasus dugaan intimidasi oleh keluarga kades.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun tangan terlebih kasus tersebut mendapat sorotan publik. Kedua belah pihak juga sudah dimintai keterangan oleh Dedi Mulyadi yang kemudian mempertemukan mereka di Lembur Pakuan, Subang.
Pada momen pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan tugasnya sebagai gubernur ingin memastikan bahwa persoalan itu diselesaikan serta keluhan warga terkait jalan rusak juga mendapatkan solusi. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memperbaiki jalan rusak di desa.
"Keributannya segera diakhiri dan saya sebagai gubernur karena itu banyak jalan desa yang butut (jelek) di Garut nanti juga akan ngundang bupati (Garut) agar memperhatikan jalan desa dan Provinsi Jawa Barat bertekad setelah selesai jalan provinsi juga akan membangun jalan-jalan desa," ujar gubernur Jawa Barat dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Selain itu sebagai gubernur Jabar, Dedi Mulyadi juga ingin memastikan kedua belah pihak bisa saling memaafkan. Namun, untuk persoalan hukum Dedi tidak ingin mencampurinya sebab hal itu merupakan hak Holis yang termasuk dalam delik aduan.
"Kalau tidak ada jalan hukum maka silakan saling memaafkan," kata Dedi Mulyadi.
Di hadapan Gubernur Jawa Barat, Kades Panggalih Wahyu kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada Holis atas peristiwa yang sudah terjadi.
"Bilih aya ucapan abdi nu teu ngeunah hapunteun, ayuena keluarga abdi nu dina tiktok viral sim kurang dihampura (jika ada perkataan saya yang tidak mengenakan mohon dimaafkan, keluarga saya yang viral di TikTok juga mohon dimaafkan)," ujar Wahyu kepada Holis.
Pria yang sehari-hari berjualan telur itu mengatakan bahwa dirinya sudah memaafkan atas apa yang terjadi.
Kepala desa dan warganya itu kemudian bersalaman, begitu pula dengan keluarga Wahyu yang sempat viral di media sosial dan melakukan dugaan intimidasi.
Editor : Eka Rahmawati