RADAR BOGOR - Akhir-akhir ini berbagai masalah kerap terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi, termasuk bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti hal itu, ia mengatakan bahwa penyebab utama dari masalah tersebut yaitu alam Sukabumi yang sudah rusak.
"Sukabumi itu menjadi daerah yang secara terus menerus mengalami berbagai problem. Kuncinya satu, alamnya rusak," kata Dedi Mulyadi, dilansir dari akun Instagram @dedimulyadi71, Jumat, 9 Januari 2026.
Lebih lanjut, kepala daerah berusia 54 tahun itu menjelaskan bahwa di wilayah Sukabumi terdapat banyak tambang legal maupun ilegal.
"Di sana banyak sekali titik penambangan baik itu legal maupun ilegal," sambung Dedi Mulyadi.
Alih fungsi lahan yang yang ada di daerah Sukabumi juga disebut Dedi Mulyadi sebagai penyabab bencana alam itu datang.
Area hijau dan hutan di wilayah yang terletak di Selatan Tengah Provinsi Jawa Barat tersebut kini kian menyusut karena adanya alih fungsi lahan.
Berdasarkan data yang ia miliki, pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu menyebut bahwa Sukabumi menjadi daerah dengan area kebun sawit terluas di Jawa Barat.
"Semakin menyusutnya area hijau dan area hutan yang di dalamnya juga berdasarkan data yang kita miliki, kebun sawit terbesar di Jawa Barat itu ada di Kabupaten Sukabumi," ujar Dedi Mulyadi.
Tidak berhenti sampai di situ, KDM juga mengatakan, jalan di daerah Sukabumi mengalami kerusakan yang cukup mengkhawatirkan.
Ia menyebut kendaraan roda empat dengan daya angkut yang sangat tinggi setiap hari beroperasi di wilayah tersebut.
Dedi Mulyadi menyebut semua masalah di wilayah dengan luas 4.145 kilometer persegi itu akan terus terjadi selama penyebab utamanya tidak segera ditangani.
"Jalan-jalannya hancur, mobil-mobilnya setiap hari lalu lalang dengan tonase sangat tinggi. Jadi, problem akan terus terjadi," ucapnya.
Apa yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat itu juga mendapat beragam respons dari warganet, termasuk mengenai kerusakan hutan yang terjadi di Sukabumi.
"Bencana alam di Sukabumi gak bisa berhenti selama alam sekitarnya dirusak," tulis seorang warganet.
Di samping itu, masih banyak komentar lain yang disampaikan oleh warganet pada kolom komentar akun Instagram Dedi Mulyadi.***
Editor : Asep Suhendar