Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sempat Tegang, Akhirnya Penjual Telur Bertemu dengan Keluarga Kades Panggalih di Hadapan Dedi Mulyadi untuk Selesaikan Konflik

Robecca Sesaria • Jumat, 9 Januari 2026 | 12:57 WIB
Pertemuan antara Dedi Mulyadi, Holis, dan Kades Panggalih
Pertemuan antara Dedi Mulyadi, Holis, dan Kades Panggalih

RADAR BOGOR - Kisah Holis Mukhlisin, seorang pedagang telur keliling asal Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Berawal dari keluhan jujur mengenai kondisi jalan yang rusak parah, Holis justru diduga sempat mengalami masa-masa sulit akibat intimidasi.

Namun, drama ini akhirnya mencapai titik terang setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun tangan secara langsung.

Awal mula kejadian, Holis mengunggah video jalan rusak karena merasa lelah terus-menerus jatuh dari motor hingga dagangan telurnya pecah.

Selain soal jalan, ia juga menyoroti transparansi Dana Desa. Alih-alih mendapat respon positif, Holis mengaku dipanggil ke rumah Kepala Desa (Kades) dan diintimidasi selama dua jam oleh keluarga Kades yang merasa tersudutkan.

Kejadian ini sempat membuat Holis trauma dan berhenti berjualan selama empat hari.

Merespon situasi tersebut, Dedi Mulyadi memfasilitasi pertemuan antara Holis dengan keluarga Kades Panggalih.

Berdasarkan video di Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, suasana dalam pertemuan tersebut sempat terasa tegang saat kedua belah pihak pertama kali berhadapan kembali.

Dedi Mulyadi bertindak sebagai penengah yang tegas, memastikan bahwa di Jawa Barat tidak boleh ada warga yang dikriminalisasi atau diancam hanya karena memberikan kritik demi kemajuan daerahnya.

Ia memastikan keamanan Holis agar bisa kembali mencari nafkah tanpa rasa takut.

“Makanya sekarang kita ngomong ke Bapak Kades, nah dari keluarganya dijamin gak, gak akan ada kekerasan?,” tanya Dedi Mulyadi kepada keluarga Kades.

“Dijamin Pak,” jawab keluarga.

“Tidak akan ada lagi intimidasi dijamin tidak?,” tanya Dedi Mulyadi lagi.

“Dijamin,” ucap keluarga Kades.

Setelah pertemuan berakhir, masalah ini diselesaikan dengan penuh kekeluargaan melalui permohonan maaf dari keluarga Kepala Desa kepada Holis, serta kesepakatan untuk tidak menempuh jalur hukum.

Sebagai solusi jangka panjang, Dedi Mulyadi berkomitmen memperbaiki jalan desa yang rusak pada tahun 2026 dan memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp5.000.000 agar Holis bisa kembali berdagang.

Selain itu, Holis juga dipercaya menjadi mandor dalam program reboisasi hutan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga sekitar.***

Editor : Eli Kustiyawati
#dedi mulyadi #intimidasi #gubernur jawa barat #pedagang telur #Holis Mukhlisin #kabupaten garut