RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan kondisi keuangan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov) yang mengalami tekanan fiskal.
Dedi Mulyadi bertemu dengan para bupati, wali kota, sekretaris daerah (sekda), kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) se-Provinsi Jawa Barat.
Didampingi Sekda Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Dedi menjelaskan kondisi keuangan daerah saat ini, salah satunya mengalami tekanan fiskal dan masih menjadi peroalan yang dihadapi.
"Yang menjadi masih problem di Provinsi Jawa Barat ini adalah mengalami tekanan fiskal," ujar gubernur Jawa Barat dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Dedi mengungkapkan alasan yang mendorong tekanan fiskal di Pemprov Jabar yakni yang pertama karena beban utang masa lalu atau masa kepemimpinan gubernur sebelumnya.
"Pertama beban utang masa lalu, yang kedua turunnya dana transfer daerah," kata Dedi Mulyadi.
Beban utang masa lalu itu yakni Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang angkanya mencapai Rp3,4 triliun yang mana setiap tahun harus dibayar dengan cara dicicil sebesar Rp600 miliar.
"Yang kedua BPJS Rp350 miliar itu bertahun-tahun tidak dibayar," imbuh gubernur yang juga kerap disapa KDM itu.
Tak hanya itu Pemprov Jabar juga harus membayar operasional dari Bandar Udara Internasional Jawa Barat Kertajati yang menelan biaya Rp100 miliar per tahun.
Untuk masalah Bandara Kertajati, Dedi Mulyadi menyebut rencananya akan dijadikan sebagai pangkalan TNI Angkatan Udara (AU) dan hal itu menurutnya sudah disampaikan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
Selain itu Dedi juga mengusulkan agar PT Dirgantara Indonesia (DI) dan PT Pindad bisa pindah ke Kertajati.
"Kalau sudah seperti itu maka Husein (Bandara Husein Ssastranegara) bisa diaktifkan dan itu saya mengusulkan dikelola oleh provinsi, Kertajati oleh TNI Angkatan Udara kan dua duanya jalan ini yang akan lagi dibuat MoU-nya," jelas gubernur Jawa Barat.
Sehingga kata Dedi, Pemprov Jabar bisa menghemat Rp100 miliar jika nantinya Bandara Kertajati dialihkan.
"Itu sudah bisa ngirit lah Rp100 miliar," imbuhnya.
Editor : Eka Rahmawati