RADAR BOGOR - Peramal Hardiansyah Gumay atau yang lebih dikenal sebagai Hard Gumay menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meramalkan akan terjadi bencana besar di Jawa Barat untuk periode 2025–2026.
Penegasan itu disampaikannya dalam tayangan YouTube CURHAT BANG bersama Denny Sumargo, setelah marak konten palsu yang mengatasnamakan dirinya.
Hard Gumay menjelaskan, belakangan ini banyak warganet yang menanyai dirinya mengenai kondisi Jawa Barat, terutama setelah insiden bencana yang terjadi di Sumatera.
Baca Juga: Ramalkan Penyanyi Pop Senior Berinisial S Akan Menikah di 2026, Hard Gumay: Rambut Pendek
Ia mengungkapkan, sejumlah netizen sering menanyakan situasi Jawa Barat setiap kali ia melakukan siaran langsung di media sosial.
Hard Gumay juga menyinggung adanya seorang pejabat daerah yang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana di Jawa Barat.
Menurut Hard Gumay, peringatan tersebut merupakan langkah baik karena masyarakat memang perlu meningkatkan kewaspadaan.
Namun, Hard Gumay menegaskan, dirinya tidak pernah memberi prediksi tentang bencana besar di Jawa Barat untuk tahun 2025 atau 2026.
Ia menyatakan, konten-konten di media sosial yang mencatut namanya, termasuk yang menampilkan foto menggunakan teknologi AI serta menyebutkan prediksi bencana besar di periode tersebut, adalah palsu dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Hard Gumay mengakui, ia pernah membahas mengenai potensi bencana di Jawa Barat beberapa tahun lalu, tepatnya sekitar tiga hingga empat tahun sebelumnya, dan dibahas bersama Nikita Mirzani.
Menurutnya, prediksi itu telah terjadi dan merupakan peristiwa lama, salah satunya terkait wilayah Cianjur.
Dalam wawancara tersebut, Hard Gumay menuturkan bahwa hasil penerawangannya terkini justru menunjukkan tanda bahwa bencana besar di wilayah Bandung Raya tidak akan terjadi.
Ia menyebut hal itu sebagai kabar baik dan berharap kondisi tersebut benar-benar terwujud.
Meski begitu, ia menyampaikan bahwa potensi bencana kecil tetap ada, khususnya tanah longsor di beberapa titik seperti Kabupaten Bandung Barat, sebagaimana terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, longsor tersebut mungkin saja memakan korban, tetapi tidak dalam skala besar yang menyebabkan kerusakan masif.
Hard Gumay menambahkan, seluruh penerawangan yang ia lihat selalu memiliki kemungkinan untuk berubah.
Baca Juga: Pom Mini di Ciparigi Kota Bogor Kebakaran, Muncul Percikan Api saat Mengisi Tangki
Ia meyakini, doa dapat mencegah berbagai musibah.
Karena itu, ia mengajak masyarakat Indonesia, khususnya warga Jawa Barat, untuk senantiasa mendoakan keselamatan dan terhindar dari bencana. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim