RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi warga yang kerap memposting atau mengunggah kondisi pembangunan di Provinsi Jawa Barat termasuk kondisi jalan rusak hingga mulus.
Sebab hal tersebut dapat menekan anggaran publikasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang pada masa kepemimpinan gubernur sebelumnya cukup tinggi.
Dalam pidatonya di Bale Gede Pakuan, Dedi Mulyadi mengungkapkan saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak lagi mengerahkan budget yang dibayar oleh dana APBD untuk anggaran komunikasi yang tinggi demi membangun brand pembangunan yang kuat.
Hal itu disebabkan masyarakat turut berperan serta dalam mengabarkan kondisi pembangunan di Jawa Barat melalui media sosial.
"Hari ini rakyat Jawa Barat sudah tergerak hatinya mensiarkan, memposting, meriwayatkan, seluruh program pembangunan yang kadeuleu, kareungeu, jeung karasa," ujar Dedi Mulyadi dilansir dari YouTube Lembur Pakuan Channel.
Kadeuleu kata Dedi artinya terlihat, kareungeu artinya terdengar dan karasa artinya terasakan oleh masyatakat.
"Sehingga kita bisa melihat hari ini apa pun yang terjadi menjadi produk pembangunan itu menjadi cerita yang tidak pernah berakhir, baik sisi negatifnya maupun sisi positifnya," jelas Dedi Mulyadi.
Dalam sejumlah postingan di media sosial beberapa waktu lalu sempat viral terkait kondisi pembangunan di Jawa Barat. Mulai dari kondisi penerangan jalan umum atau PJU hingga jalan rusak.
"PJU yang indah dijelaskan dari sisi filosofi maknanya oleh warga sendiri," kata gubernur Jawa Barat.
"Jalan yang baik diceritakan, jalan yang buruk pun diceritakan, itulah realitas," sambungnya.
Beberapa waktu lalu, gubernur Jawa Barat pernah menyampaikan soal anggaran belanja iklan dan kerja sama media di Provinsi Jawa Barat yang dipangkas sampai Rp47 miliar.
Anggaran iklan dan kerja sama media sebelumnya kata Dedi Mulyadi bisa menelan anggaran hampir Rp50 miliar tetapi dipangkas menjadi Rp3 miliar atau bisa hemat Rp47 miliar per tahun.
Dedi ketika itu menjelaskan bahwa ia memanfaarkan media miliknya sendiri seperti YouTube, TikTok, Instagram untuk menyampaikan berbagai informasi kepada publik.
"Yang Rp47 miliar itu buat apa sih? Buat bangun jalan, buat bangun irigasi, buat bangun ruang sekolah, buat bangun layanan kesehatan dan banyak lagi," kata Dedi Mulyadi dalam keterangannya April 2025 lalu.
Editor : Eka Rahmawati