Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tak Mau Tinggalkan Beban Utang ke Kepala Daerah Selanjutnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tegaskan Syarat Jika Nanti Harus Ada Pinjaman

Eka Rahmawati • Selasa, 13 Januari 2026 | 08:41 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan pidato di Bale Gede Pakuan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan pidato di Bale Gede Pakuan.

RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan keinginannya agar roda perekonomian berputar di daerah yang dipimpinnya hingga soal utang Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar)  

Dalam pidato di Bale Gede Pakuan, Dedi Mulyadi ingin berbagai kegiatan yang dilakukan di Jawa Barat melibatkan warga Jawa Barat itu sendiri sehingga uang yang dihasilkan tidak lari ke luar daerah.

“Saya tuh ingin duit Jabar gak boleh lari, harus muter di sini (Jawa Barat),” ujar Dedi Mulyadi dilansir dari YouTube Lembur Pakuan Channel.

Misalnya kata Dedi saat ada proyek pekerjaan pembangunan di Kota Depok maka pekerjanya juga warga setempat atau Jawa Barat lainnya seperti Garut, Tasikmalaya dan lain-lain.

“Bayangin uang muter di sini dan ini bisa dibuat? Bisa, desain-desain dalam bentuk kultur Kesundaan menggerakkan seluruh stakeholder pengrajin masyarakat di pinggiran diangkat ke tengah kota,” kata Dedi mencontohkan.

Ia pun menyoroti uang yang dihasilkan di Jawa Barat tetapi justru dibawa ke luar atau daerah lainnya.

“Kita terlalu terpesona dengan gaya artistektur luar padahal mahal, selain mahal apa? Duit kita lari ke luar, kita bayangin ngumpulin pajak di sini duitnya dibawa lari ke luar,” sambungnya.

Gubernur Jabar juga menegaskan terkait dengan pinjaman Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada masa kepemimpinannya.

Dedi mengatakan jika pun harus ada pinjaman saat dibutuhkan maka tidak akan melebihi batas kepemimpinannya, sebab ia tak ingin membebani utang kepada kepala daerah atau gubernur berikutnya.

“Saya tegaskan bahwa seluruh pinjaman Pemerintah Provinsi (Jabar) kalau diperlukan tidak akan melebihi batas kepemimpinan saya, kalau saya berakhir sampai 2030 ya sampai 2030, gak boleh ngutang lagi, gak boleh pemimpin meninggalkan utang pada generasi berikutnya, “ tegas Dedi Mulyadi.

Sebab kata Dedi seorang pemimpin yang membangun maka harus bertanggung jawab terhadap kepemimpinannya.

“Kan bahaya kalau pemimpin sekarang dibikin pesta penerus estafetnya dibikin menderita,” imbuhnya.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #utang