Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Upaya Pemkot Depok Atasi Darurat Sampah, Bangun Hanggar RDF di Cipayung untuk Dijadikan Bahan Bakar Alternatif

Ahmad Sopyan • Selasa, 13 Januari 2026 | 18:00 WIB
Ilustrasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cipayung, Kota Depok.
Ilustrasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cipayung, Kota Depok.

RADAR BOGOR - Wali Kota Depok, Supian Suri, kini tengah berupaya mendirikan hanggar Refuse Derived Fuel (RDF) di Kecamatan Cipayung, Kota Depok, untuk pengolaan sampah.

Nantinya, sampah yang dihasilkan masyarakat akan diolah menjadi bahan bakar alternatif.

"Mohon doanya, sekarang lagi mulai pekerjaan di lahan kami yang sudah disiapkan 2 hektar di wilayah Cipayung,” katanya kepada Radar Bogor Selasa 13 Januari 2026.

Supian memaparkan, Pemkot Depok sudah melakukan MOU dengan salah satu perusahaan yang akan menangani sampah di Kota Depok.

Nantinya, kata dia, pabrik RDF ditargetkan mampu mengolah sampah hingga 500-1.000 ton per hari.

Target Rampung Semester Pertama 2026

Walikota Depok Supian Suri berharap, pabrik RDF di Cipayung, Kota Depok segera rampung. Iapun menargetkan selesai dibangun pada semester pertama tahun 2026 ini.

“kami harap, di triwulan tiga, sudah ada pengelolaan sampah yang mereka lakukan, itu harapan kami sehingga tahun ini udah bisa berjalan,” tuturnya.

Sambil menunggu rampung, kata dia Pemkot Depok menyiapkan satgas sampah. Nantinya, Satgas sampah ini akan berkeliling, mengatasi sampah liar di kota Depok.

"Satgas ini untuk mengatasi sampah-sampah liar yang ada di Kota Depok," ujarnya.

Penguatan pengelolaan sampah dari Hulu

Pemkot Depok akan mendorong masyarakat untuk belajar memilah sampah. Supian mengatakan, pengelolaan sampah dari hulu harus dioptimalkan untuk mengatasi persoalan sampah.

Pemkot Depok juga telah menyiapkan dana RW sebesar Rp 300 juta di tahun 2027 dan salah satu peruntukannya untuk penanganan sampah lingkungan.

Sementara itu Kadis DLHK Depok Abdul Rahman memaparkan, salah satu penguatan pengelolaan sampah dihulu melalui peningkatan kapasitas dan optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

ia mencontohkan, TPS3R di Beji Depok yang kini tengah dilakukan optimalisasi. Dimana TPS 3R itu ditargetkan mampu memangkas timbulan sampah hingga 15 ton per hari.

Kadis DLHK Depok Abdul Rahman memaparkan, optimalisasi TPS 3R tersebut merupakan bagian dari strategi Pemkot Depok untuk menekan beban sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipayung. Dimana saat ini kondisi TPS Cipayung terbatas.

"Penguatan pengolahan sampah di hulu dinilai menjadi langkah krusial dalam menjawab persoalan sampah perkotaan," katanya kepada Radar Bogor.

Lanjut Pria yang akrab disapa Abra, optimalisasi ini merupakan langkah konkret Pemkot Depok dalam menghadapi persoalan darurat sampah.

Program ini diharapkan dapat berjalan efektif untuk mengurangi timbulan sampah. Abra menegaskan, optimalisasi TPS 3R akan berjalan maksimal dengan adanya peran aktif masyarakat.

Pemkot Depok mendorong warga untuk terus melakukan pemilahan sampah dari sumbernya sebagai bagian dari solusi bersama.

“Kondisi TPA Cipayung saat ini sudah overload. Jika jumlah sampah terus bertambah, dikhawatirkan tidak akan mampu lagi menampung sampah Kota Depok. Upaya kecil seperti pemilahan, pengolahan organik, dan daur ulang sangat berarti untuk pengurangan sampah,” ujarnya.

Sementara itu untuk proses pekerjaan optimalisasi TPS 3R Jalan Jawa ditargetkan rampung pada Januari 2026.

Setelah itu, fasilitas tersebut diharapkan dapat segera beroperasi penuh untuk melayani pengolahan sampah masyarakat di wilayah layanan sekitar.

Abra menerangkan, TPS 3R Jalan Jawa sendiri telah beroperasi sejak 2009 dan sebelumnya hanya mampu mengolah sampah organik hasil pemilahan masyarakat sekitar 1 hingga 1,5 ton per hari menjadi pupuk kompos.

Setelah dilakukan optimalisasi, kapasitas pengolahan ditargetkan meningkat signifikan hingga mencapai 10-15 ton sampah per hari.

Abra memaparkan, program ini dilaksanakan melalui kerja sama antara Pemkot Depok dan Yayasan WWF Indonesia dalam kerangka program Plastic Smart Cities.

Dimana dukungan pendanaan berasal dari hibah WWF Indonesia yang diwujudkan dalam penyediaan sarana prasarana serta perbaikan fasilitas TPS 3R Jalan Jawa.(faj)

Editor : Alpin.
#kota depok #RDF #cipayung #sampah