RADAR BOGOR - Cuaca ekstrem melanda Kota Depok. Sejak Senin pagi, hujan dengan intensitas tinggi menguyur kawasan Depok dan mengakibatkan banjir dan longsor di beberapa lokasi.
Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan banjir dan longsor, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyiagakan 125 personel satuan tugas (satgas).
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kota Depok, Rizwan Nurrahim, meniturkan personel tersebut nantinya disebar di titik-titik rawan sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi intensitas hujan yang meningkat.
“Sebanyak 125 orang Satgas DPUPR kami siagakan untuk merespons cepat potensi banjir, genangan, maupun longsor akibat cuaca ekstrem di depok,” kata Rizwan, Rabu 14 Januari 2026.
Ia memaparkan, langkah ini diambil menyusul peringatan dini cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Berdasarkan prediksi BMKG, sejumlah wilayah Jabodetabek, termasuk Kota Depok, diperkirakan diguyur hujan lebat yang disertai angin kencang.
Dalam laporan terbaru yang dirilis melalui akun Instagram resminya, BMKG menyebutkan potensi cuaca ekstrem tersebut akan berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 20 Januari 2026.
Rizwan menjelaskan, Satgas DPUPR akan difokuskan pada pemantauan aliran sungai, saluran drainase, serta penanganan cepat jika terjadi penyumbatan atau luapan air.
Selain itu, personel juga disiagakan untuk membantu penanganan darurat di lokasi terdampak.
“Satgas siap bergerak kapan pun dibutuhkan, terutama di kawasan rawan banjir dan longsor,” paparnya.
DPUPR Depok juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai, kali, maupun daerah dengan kontur tanah rawan longsor.
Kata dia, peran warga sangat penting. Jika melihat potensi bahaya seperti saluran tersumbat atau debit air meningkat, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat.
Sebelumnya, satgas SDA DPUPR Kota Depok langsung turun ke aliran sungai Pesanggrahan di Sawangan, Kota Depok.
Mereka melakukan pembersihan sampah yang tersangkut di aliran sungai. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir akibat saluran air tersumbat.(faj)
Editor : Alpin.