Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Investasi Jabar Sepanjang 2025 Tembus Rp296,8 Triliun, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Tetap Berpijak Pada Kepentingan Rakyat

Kholikul Ihsan • Jumat, 16 Januari 2026 | 20:19 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan lonjakan investasi di Jabar tahun 2025.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan lonjakan investasi di Jabar tahun 2025.
 
RADAR BOGOR - Provinsi Jawa Barat merajai investasi Indonesia setelah mencatatkan realisasi investasi fantastis sebesar Rp296,8 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini tidak hanya melampaui target nasional sebesar 109,9 persen, tetapi juga menjadi capaian tertinggi dibandingkan provinsi lain di tanah air.
 
Lonjakan investasi sebesar 18,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya ini menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Barat tetap menjadi magnet utama bagi pemodal global maupun domestik di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari penyederhanaan birokrasi dan iklim usaha yang semakin inklusif.
 
Pecahkan Rekor Nasional
 
Baca Juga: Kabar Gembira Bagi KPM, Ada 2 Bansos Baru dan Info Cair Tahap 4 Susulan, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
 
Realisasi investasi Jabar pada 2025 tercatat melonjak tajam dari angka Rp251,14 triliun di tahun 2024 menjadi Rp296,8 triliun. Pertumbuhan signifikan ini membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap infrastruktur dan stabilitas politik di Jawa Barat sangat tinggi.
 
“Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat terus berupaya memastikan investasi di Jabar aman dan mudah sehingga dipercaya investor,” kata Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kamis 15 Januari 2026 dikutip dari laman bappeda.jabarprov.go.id.
 
Keseimbangan Modal Asing dan Lokal
 
Satu hal yang menarik dari data Kementerian Investasi/BKPM RI kali ini adalah komposisi modal yang sangat seimbang. Jawa Barat tidak lagi hanya bergantung pada perusahaan asing (PMA), tetapi juga diperkuat oleh kekuatan pengusaha nasional (PMDN).
 
Baca Juga: KPM BPNT Senyum Lebar! Penerima Berpeluang Terima Bansos Berlapis, Mulai Rp600 Ribu Tunai, Beras 40 Kg, Subsidi Listrik, sampai PIP Anak Sekolah
 
- Penanaman Modal Asing (PMA): Rp147,02 Triliun.
- Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN): Rp149,8 Triliun.
 
Keseimbangan ini menjadi indikator bahwa pelaku usaha dalam negeri memiliki gairah yang sama besarnya dengan investor asing untuk membangun basis industri di Jawa Barat.
 
Besarnya aliran modal yang masuk bukan sekadar angka di atas kertas. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap investasi ini menjadi mesin penggerak kesejahteraan masyarakat melalui tiga jalur utama:
 
Baca Juga: Sidang Saham PT Bogor Ekspres Media, JJMN Pertanyakan Gugatan yang Muncul 15 Tahun Kemudian
 
- Pembukaan Lapangan Kerja Baru: Proyek industri baru dipastikan akan menyerap tenaga kerja lokal dalam skala besar.
 
- Multiplier Effect bagi UMKM: Kehadiran perusahaan besar diharapkan menggerakkan ekosistem usaha kecil di sekitar kawasan industri.
 
- Pemerataan Pembangunan: Investasi diarahkan untuk menyebar ke berbagai wilayah Jabar, tidak hanya berpusat di satu titik.
 
Baca Juga: Akhirnya yang Dinanti Tiba, PKH dan BPNT Tahap 1 2026 Diprediksi Segera Cair, KPM Kategori Ini Bisa Dapat Bantuan Rp1,8 Juta
 
Meski agresif dalam menarik modal, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjamin bahwa pembangunan tidak akan merusak alam. Pembenahan infrastruktur dan konektivitas akan tetap berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan serta nilai-nilai budaya masyarakat setempat.
 
“Jawa Barat terbuka bagi investasi, tetapi tetap berpijak pada kepentingan rakyat,” tegas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
 
Pemerintah berkomitmen untuk terus menyederhanakan izin perizinan dan memperkuat infrastruktur pendukung agar posisi Jawa Barat sebagai destinasi utama investasi tetap tak tergoyahkan di tahun-tahun mendatang.***
Editor : Asep Suhendar
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #investasi