Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dedi Mulyadi Tegaskan Air Gunung Ceremai Harus Mengalir ke Rumah Warga Lebih Dulu, Warga Sempat Emosi di hadapan Gubernur Jawa Barat

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 20 Januari 2026 | 09:01 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan penjelasan kepada warga di kaki Gunung Ceremai.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan penjelasan kepada warga di kaki Gunung Ceremai.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan dialog langsung dengan warga saat meninjau kawasan kaki Gunung Ceremai.

Dalam kunjungan tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan, pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat sekitar gunung menjadi prioritas utama pemerintah provinsi.

Dedi Mulyadi menyampaikan, langkah awal yang akan dilakukan adalah pendataan jumlah rumah warga oleh kepala desa setempat.

Setelah itu, tim dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Barat akan diterjunkan ke lokasi untuk menghitung kebutuhan anggaran pembangunan jaringan air bersih hingga ke setiap rumah.

Ia menekankan, prinsip kebijakan bahwa sebelum air dialirkan ke wilayah lain, kebutuhan air masyarakat yang tinggal di kaki Gunung Ceremai harus dipenuhi terlebih dahulu.

Pernyataan tersebut disambut kesiapan oleh kepala desa setempat.

Sejumlah warga menyampaikan, kesepakatan serupa sebenarnya pernah dibuat sebelumnya.

Namun, belum sepenuhnya direalisasikan oleh PAM Tirta Kamuning.

Mereka menilai hingga kini pelaksanaan kesepakatan tersebut belum dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi mempertanyakan apakah kesepakatan yang telah dibahas dalam dua kali pertemuan sebelumnya benar-benar sudah dijalankan.

Direktur Utama PAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan, Ukas Suharfaputra menyampaikan, sebagian kesepakatan telah dilaksanakan.

Namun, pernyataan tersebut sempat memicu reaksi emosional dari warga yang merasa pelaksanaan di lapangan belum sesuai dengan yang dijanjikan.

Ukas kemudian menjelaskan, pembangunan fisik telah dilakukan, termasuk rehabilitasi dua titik mata air.

Ia menyebut, saat ini tinggal tahap pembangunan jaringan pipanisasi.

Menurut Ukas, pelaksanaan jaringan pipa sempat tertunda karena adanya permintaan dari pihak desa agar pipanisasi tidak dilakukan sebagian, melainkan mencakup seluruh desa terlebih dahulu.

Ia menyatakan, pihak PAM mengikuti permintaan tersebut sambil menunggu kesepakatan lanjutan.

Sementara itu, warga menegaskan, masyarakat Desa Cikalang terdiri dari lima blok wilayah, bukan hanya tiga blok.

"Di Kaduela saja yang menjadi pemilik sumber airnya enggak minta dipipanisasi seluruh desa," ungkap Ukas.

Dedi Mulyadi menegaskan, seluruh warga yang tinggal di kaki Gunung Ceremai berhak mendapatkan akses air yang adil, terlepas dari batas administratif kabupaten atau desa.

Gubernur Jawa Barat kembali menegaskan, bagi pemerintah provinsi, yang terpenting adalah memastikan masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Ceremai sebagai wilayah penyangga tidak mengalami kekurangan air.

Ia menyatakan, seluruh tahapan perbaikan mata air telah dilakukan, dan tinggal menuntaskan pembangunan jaringan pipa agar air dapat dinikmati langsung oleh warga. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #Gunung Ceremai #gubernur jawa barat