Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan sesuai komitmen dan tidak bersifat seremonial.
Dalam peninjauannya, Dedi Mulyadi menegaskan, penanaman pohon tidak boleh dilakukan dengan pola proyek semata.
Ia mengingatkan, agar proses reklamasi tidak hanya berhenti pada penanaman awal, tetapi juga diikuti dengan pemupukan dan perawatan yang berkelanjutan, tanpa harus bergantung pada musim hujan.
Menurutnya, praktik penanaman yang tidak disertai pengelolaan lanjutan hanya akan menghasilkan tanaman yang terbengkalai.
KDM (sapaan Dedi Mulyadi) menyontohkan, kondisi serupa yang terjadi di kawasan puncak Kabupaten Bogor, di mana banyak tanaman tidak terawat karena kurangnya pemupukan dan pengawasan dari instansi terkait.
Dedi Mulyadi juga meminta, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat untuk bertanggung jawab penuh terhadap keberlanjutan tanaman yang sudah ditanam, baik di lokasi tambang Kuningan maupun wilayah lain.
Ia menekankan, kinerja aparatur harus menunjukkan keseriusan, bukan sekadar memenuhi target administratif.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana mengklaim, proses penanaman di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor sebagian sudah dilaksanakan dan akan terus dilanjutkan sesuai rencana yang telah disusun.
"Sebagian sudah dikerjakan," ucapnya kepada Dedi Mulyadi.
Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menegaskan kembali pentingnya kesungguhan dalam menjalankan tugas.
Ia mengingatkan, evaluasi kinerja akan dilakukan secara ketat dan tidak menutup kemungkinan adanya sanksi apabila program rehabilitasi lingkungan tidak dijalankan dengan maksimal. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim