Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Longsor Hingga Tanggul Jebol Terjadi di Depok Akibat Cuaca Ekstrim, Belasan Warga Diungsikan

Ahmad Sopyan • Jumat, 23 Januari 2026 | 19:54 WIB
Salah satu lokasi longsor di Kelurahan Kemiri Muka, Depok Depok.
Salah satu lokasi longsor di Kelurahan Kemiri Muka, Depok Depok.

RADAR BOGOR - Intensitas hujan deras sejak Kamis 22 Januari 2026 hingga Jumat 23 Januari 2026, mengakibatkan sejumlah bencana hidrometeorologi di Kota Depok.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok mencatat bencana hidrometeorologi seperti longsor dan tanggul jebol akibat cuaca ekstrem terjadi di sejumlah titik.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana DPKP Kota Depok, Deni Romulo Hutauruk, memaparkan tanggul Kali Jantung di Perumahan Villa Pertiwi, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong.

Lalu, longsor terjadi di Kampung Gedong, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji Depok.

"Kemudian di Jalan STM Mandiri RT 03 RW 09 Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji Depok," katanya kepada Radar Bogor, Jumat 23 Januari 2026.

Ia memaparkan, usai mendapat laporan, pihaknya langsung bergerak ke lokasi bencana.

Di lokasi longsor, petugas melakukan evakuasi belasan warga yang berada di lokasi bencana.

"15 orang kami evakuasi ke tempat yang lebih aman. Terdiri dari balita hingga orang dewasa," paparnya

Ia memaparkan, untuk tebing Longsor, memiliki ketinggian sekitar 20 meter dengan panjang sekitaran 15 meter dan menimpa rumah warga serta mengancam keselamatan penghuninya.

"Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut," ujarnya.

Hujan masih menguyur kota Depok hingga Jumat sore. DPKP memperingatan masyarakat yang berada dekat dengan lokasi longsor untuk selalu waspada. Pasalnya ancaman longsor susulan masih mengintai.

Mengingat kondisi tanah di wilayah Kota Depok yang cenderung labil dan jenuh air akibat cuaca ekstrem. "Warga harus waspada, jangan lengah, apalagi," tuturnya.

Ia juga mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim di dekat lereng atau bantaran sungai, untuk segera mengungsi sementara jika hujan deras kembali mengguyur dalam durasi lama.

Sementara itu, Muskin Latupono, warga terdampak longsor di Kemiri Muka, Beji Depok mengatakan, suara gemuruh terdengar saat longsor terjadi pada Jumat dini hari.

Ia mengatakan, kejadian longsor terjadi sekitar pukul 01.40 WIB. Saat itu dirinya sedang menonton TV.

Sementara, istri dan anaknya sedang tidur di dalam kamar. "Lagi nonton tv, istri bangun saat longsor," katanya.

Ia memaparkan, akibat longsor tersebut, kontruksi bangunan rumahnya terancam longsor dan jatuh ke Sungai Ciliwung, apabila tidak segera dilakukan penanganan.

“rumah saya ini bukan tingkat ke atas, tapi ke bawah, saya khawatir turut terkena longsor,” tuturnya.

Muksin menduga longsor terjadi diakibatkan buangan air yang melintasi rumahnya menuju Sungai Ciliwung.

Saat hujan debit air cukup tinggi pipa saluran tidak kuat menampung air sehingga pecah dan meresap ke tanah.

Sementara itu, Wali Kota Depok, Supian Suri tinjau lokasi longsor dan turap jebol di Perumahan Villa Pertiwi RW 15, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Jumat 23 Januari 2026.

Supian Suri tampak berada di lokasi turap yang jebol dan area pemukiman yang terdampak. Nampak alat berat diturunkan dilokasi untuk penanganan tanggul jebol tersebut.(faj)

Editor : Alpin.
#kota depok #cuaca ekstrim #banjir dan longsor