RADAR BOGOR - Kabar duka datang dari Jawa Barat, tepatnya di wilayah Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat yang tertimpa bencana longsor pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Dikabarkan, kurang lebih ada 30 rumah di lokasi kejadian yang tertimpa longsor hingga menyebabkan beberapa warga harus kehilangan nyawa.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang secara langsung ke wilayah terdampak bencana dan berencana mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh Dedi Mulyadi di lokasi bencana, menurutnya wilayah tersebut merupakan area perbukitan yang banyak ditanami sayuuran.
Hal itu sangat memungkinan bencana longsor bisa terjadi, sehingga dinilai cukup berbahaya jika masyarakat terus tinggal di lokasi tersebut.
Orang nomor satu di Jawa Barat itu lantas mengatakan bahwa masyarakat yang terdampak bencana akan direlokasi ke tempat yang jauh lebih aman.
Area di kawasan tersebut akan dikembali ke fungsi awalnya, yaitu sebagai hutan yang dipenuhi pepohonan rindang agar bisa menyerap air secara optimal.
"Daerah di sini dihutankan saja. Warga di sini direlokasi karena potensi longsor tinggi," kata Dedi Mulyadi, dikutip dari laman resmi Provinsi Jawa Barat.
Langkah lain yang diambil oleh Dedi Mulyadi yaitu memberikan bantuan uang sebesar Rp10 juta kepada setiap kepala keluarga agar mereka bisa mengontrak rumah selama dua bulan.
Uang bantuan tersebut juga bisa digunakan oleh korban terdampak di Bandung Barat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Di sisi lain, keluarga korban meninggal dunia juga diberikan santunan oleh Gubernur Jawa Barat dengan nominal bantuan mencapai Rp25 juta.
Hadirnya santunan tersebut diharap bisa membantu meringankan beban yang harus ditanggung oleh korban yang ditingalkan oleh anngota keluarganya.
Per Sabtu kemarian, Dedi Mulyadi dan Pemda Jabar masih berfokus untuk mencari korban hilang yang tertimbun longsor dan merstorasi lingkungan di lokasi bencana.
Dikabarkan, proses pencarian koban longsor semaksimal mungkin oleh tim gabungan dari BPBD Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Basarnas, dan relawan.**
Editor : Asep Suhendar