RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat meninjau secara langsung proses evakuasi korban meninggal dunia di lokasi longsor di wilayah Bandung Barat, Sabtu, 24 Januari 2026 kemarin.
Dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram Pribadinya Dedi Mulyadi terlihat mengenakan serba putih di tengah petugas dan relawan bencana.
Pada saat mengevakuasi korban meninggal dunia, Dedi Mulyadi terlibat langsung dalam proses pemindahan jenazah.
Melalui keterangan dalam unggahannya tersebut, Dedi memanjatkan doa untuk para korban meninggal dunia dan tidak lupa memberikan semangat kepada petugas di lokasi bencana.
"Alfatihah untuk para korban longsor di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. Semangat selalu untuk para petugas di lapangan. Dedikasi anda sekalian adalah kebaikan tak ternilai," tulis Dedi Mulyadi, dikutip dari akun Instagaram @dedimulyadi71.
Di samping itu, kepala daerah berusia 54 tahun itu juga mengajak masyarakat Jawa Barat untuk melaksanakan salat ghaib yang dikhususkan kepada para korban longsor di wilayah tersebut.
"Diimbau kepada seluruh warga Jawa Barat agar melaksanakan Shalat Ghaib Janazah untuk para korban meninggal yang sudah ditemukan maupun belum ditemukan, secara berjamaah maupun munfarid (sendiri-sendiri)," tulis Dedi Mulyadi.
Dedi juga mencantumkan niat pelaksanakan salat ghaib yang tentunya agar masyarakat awam tahu bagaimana cara melakukannya.
Gubernur Jawa Barat yang ke-15 itu juga berharap agar doa yang dipanjatkan oleh masyarakat Jawa Barat bisa mempermudah para petugas untuk menemukan korban meninggal dunia.
Postingan Dedi Mulyadi mendapat beragam respons dari warganet, termasuk mereka yang memanjatkan doa untuk korban bencana.
Di samping itu, ada juga warganet yang meminta Dedi Mulyadi untuk tidak terlalu kelelahan dalam bekerja.
"Tong capek teuing pak (Jangan terlalu capek pak), kami khawatir bapak kecapean sieun ku nanaon demi Allah sedih kalau bapak sakit," tulis seorang warganet.
"Bapak jangan terlalu diporsir juga, kesehatan bapak paling utama bagi warga Jabar," timpal warganet lain ikut berkomentar.***
Editor : Asep Suhendar