Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gerak Cepat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Longsor Pasirlangu: Berikan Rp10 Juta per KK agar Warga Tak Stres di Pengungsian

Robecca Sesaria • Minggu, 25 Januari 2026 | 21:23 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat berkunjung ke kantor Desa Pasirlangu yang menjadi tempat pengungsian pascabencana tanah longsor
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat berkunjung ke kantor Desa Pasirlangu yang menjadi tempat pengungsian pascabencana tanah longsor

RADAR BOGOR – Suasana duka menyelimuti Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pascabencana tanah longsor yang menerjang permukiman warga.

Di tengah proses evakuasi yang masih berjalan, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi lapangan sekaligus memberikan bantuan nyata bagi para korban.

Berdasarkan pantauan Dedi Mulyadi yang dilansir dari YouTube pribadinya, Kang Dedi Mulyadi Channel, tebalnya lapisan tanah serta material longsor berupa batu dan pepohonan menjadi kendala utama.

Apalagi, banyak korban yang tertimbun saat sedang tidur sehingga posisi mereka tergulung kasur atau selimut. Kondisi tersebut membuat proses pencarian jenazah memerlukan kehati-hatian ekstra.

Dedi Mulyadi tidak hanya melihat dampak, tetapi juga menganalisis penyebab bencana.

Ia menyoroti adanya alih fungsi lahan di daerah kemiringan yang seharusnya merupakan hutan rimbun, namun kini berubah menjadi perkebunan sayur.

Bantuan Tunai Rp10 Juta: Solusi Cegah Stres di Posko

Melihat warga yang mulai menumpuk di kantor desa dan posko pengungsian, Dedi Mulyadi mengambil kebijakan cepat untuk mengurangi beban psikologis warga.

Ia tidak ingin para pengungsi justru jatuh sakit akibat kondisi posko yang tidak ideal.

Gubernur Jawa Barat memutuskan memberikan bantuan dana kontrakan dan biaya hidup sebesar Rp10 juta per kepala keluarga (KK) untuk 134 KK yang terdampak.

“Malam ini saya kasih per kepala keluarga Rp10 jutaan dulu, kasih kontrakan tempat lain,” ucap Dedi Mulyadi.

“134 KK (Kartu Keluarga), jadi Rp1.340.000.000,” lanjutnya.

Langkah ini diambil agar warga dapat segera mencari tempat tinggal sementara yang lebih nyaman, baik di rumah saudara maupun dengan mengontrak, sehingga tidak terus-menerus terpaku pada kesedihan di lokasi bencana.

Rencana Relokasi dan Pemulihan Lingkungan

Selain bantuan jangka pendek, Dedi Mulyadi mengusulkan relokasi permanen bagi warga yang berada di zona merah.

Ia berharap permukiman yang hancur tidak dibangun kembali di lokasi yang sama, melainkan dikembalikan fungsinya menjadi hutan lindung guna mencegah bencana serupa di masa depan.

Hingga saat ini, tim Dedi Mulyadi bersama petugas gabungan masih terus bersiaga di lapangan, mendistribusikan ribuan paket makanan bagi warga dan petugas evakuasi untuk memastikan kebutuhan logistik tetap terjaga.***

Editor : Eli Kustiyawati
#dedi mulyadi #kabupaten bandung barat #gubernur jawa barat #tanah longsor #Desa Pasirlangu