Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dedi Mulyadi Soroti Konsep Danantara, Gubernur Jawa Barat Bongkar BUMD Bermasalah hingga Kredit Macet Rp3,7 Triliun di Bank Jabar

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 26 Januari 2026 | 11:36 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan masalah BUMD.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan masalah BUMD.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengadopsi konsep Danantara dalam menata badan usaha milik daerah (BUMD).

Dedi Mulyadi menilai, banyak BUMD di Jabar (Jawa Barat) memiliki aset besar, namun aktivitas usaha minim dan kondisi kas yang memprihatinkan, sehingga memerlukan pembenahan menyeluruh.

Menurut Dedi Mulyadi, sejumlah BUMD di Jawa Barat tercatat menerima penyertaan modal cukup besar dari Pemprov, tetapi tidak menunjukkan kinerja sebanding.

Meski demikian, total asetnya disebut mencapai sekitar Rp4 triliun, angka yang menurutnya sangat strategis bila dikelola secara profesional dan berintegritas.

Selain persoalan internal BUMD, Dedi juga menyinggung hubungan keuangan antara BUMD dan BUMN di wilayah Jawa Barat.

Ia mengungkapkan adanya piutang Bank Jabar terhadap sekitar 10 BUMN yang mencapai Rp3,7 triliun.

Hingga kini, menurutnya, kewajiban tersebut belum dilunasi sepenuhnya dan sebagian debitur baru membayar bunga, sehingga menambah beban keuangan bank daerah itu.

Kondisi tersebut, lanjut Dedi Mulyadi, membuat Bank Jabar harus menanggung tekanan berat.

Pengalaman masa lalu juga menjadi pelajaran penting baginya dalam memilih pimpinan bank daerah.

Dedi Mulyadi mengaku, lebih mengutamakan sosok yang memahami kondisi lokal dan memiliki integritas, dibanding figur berlabel nasional namun pernah terlibat dalam kebijakan yang hampir membuat kerugian besar, yang disebutnya mendekati Rp6 triliun.

Dedi Mulyadi kemudian menekankan bahwa kecerdasan teknokratis saja tidak cukup dalam memimpin lembaga publik.

Dedi Mulyadi menilai, kepemimpinan harus dibarengi dengan kepekaan moral dan empati.

Untuk menggambarkan pandangannya, ia mengisahkan sosok seorang ibu sederhana yang meski tidak mengenyam pendidikan formal, mampu membesarkan sembilan anak hingga menjadi sarjana tanpa bergantung pada pihak lain atau menjual aset keluarga.

Menurut Dedi Mulyadi, kisah tersebut mengandung pesan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berpikir atau konsep besar semata.

Ia menilai, hati nurani memiliki peran penting dalam membaca situasi, mengambil keputusan, dan menjaga amanah dalam mengelola institusi negara maupun daerah.

Dengan rencana penerapan konsep Danantara di Jawa Barat, Dedi berharap tata kelola BUMD dapat dibenahi secara serius, baik dari sisi profesionalisme, integritas pimpinan, maupun keberanian menagih kewajiban pihak-pihak yang merugikan keuangan daerah. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #bumd #gubernur jawa barat #jabar