Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ungkap Filosofi Kelola APBD, Dedi Mulyadi Belajar dari Ibunya, Gubernur Jawa Barat Puji Warisan Infrastruktur VOC

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 26 Januari 2026 | 12:04 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membagikan tips mengelola APBD.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membagikan tips mengelola APBD.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membeberkan pandangannya soal pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan menekankan pentingnya disiplin, perencanaan matang, serta tata kelola yang berintegritas.

Dedi Mulyadi bahkan mengaku, banyak belajar dari pengalaman keluarganya sendiri dalam mengatur keuangan tanpa bergantung pada utang.

Gubernur Jawa Barat menyampaikan, cara pandangnya terhadap pengelolaan anggaran publik berangkat dari contoh sederhana di lingkungan keluarga.

KDM (sapaan Dedi Mulyadi) menilai, ibunya mampu mengatur keuangan rumah tangga dengan baik, menyekolahkan anak-anak tanpa berutang, serta menjaga stabilitas ekonomi keluarga.

Menurutnya, hal itu menjadi pembelajaran berharga di tengah praktik pembangunan yang kerap bergantung pada pinjaman.

Gubernur Jawa Barat juga menyoroti kenyataan bahwa banyak proyek pembangunan, bahkan yang dirancang oleh para ahli ekonomi, sering kali meninggalkan beban utang.

Hal tersebut mendorongnya untuk melihat kembali sejarah pembangunan sebelum Indonesia merdeka.

KDM menyinggung bagaimana perusahaan dagang Belanda VOC pada masa kolonial mampu membangun infrastruktur penting di Jawa Barat hanya dari hasil pengelolaan komoditas seperti teh, karet, kina, dan kopi.

Dedi Mulyadi menilai, dari aktivitas perdagangan tersebut, VOC dapat membiayai pembangunan rel kereta api yang masih digunakan hingga kini, membangun jalan-jalan utama, serta mendirikan Gedung Sate yang menjadi ikon Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat memandang keberhasilan itu terjadi karena pengelolaan usaha yang terencana, pasar yang jelas, dan tata kelola yang disiplin.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi mengibaratkan, jika pada masa lalu satu entitas usaha saja mampu meninggalkan jejak peradaban yang bertahan puluhan bahkan ratusan tahun.

Maka seharusnya, kata Gubernur Jawa Barat, pemerintah daerah dan badan usaha saat ini bisa menciptakan warisan pembangunan yang lebih baik di masa depan.

Dedi Mulyadi kemudian menyinggung kisah keluarganya di masa lampau.

Gubernur Jawa Barat menceritakan, bagaimana kakeknya yang pernah bekerja sebagai buruh perkebunan tetap mampu meninggalkan rumah yang layak serta kehidupan yang sejahtera bagi keluarganya.

Baginya, cerita tersebut memperkuat keyakinan bahwa kerja keras, pengelolaan yang baik, dan perencanaan jangka panjang merupakan kunci dalam membangun kesejahteraan.

Melalui pandangan itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap, pengelolaan APBD Jawa Barat ke depan dapat lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada hasil nyata, sehingga mampu meninggalkan warisan pembangunan yang dirasakan manfaatnya oleh generasi mendatang. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #KDM #gubernur jawa barat