Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sambangi GBI Kamboja, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Sampaikan Pesan Lingkungan Hingga Toleransi

Ahmad Sopyan • Senin, 26 Januari 2026 | 13:51 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Wali Kota Depok, Supian Suri dan Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras saat menghadiri ibadah dan perayaan Natal di GBI Kamboja.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Wali Kota Depok, Supian Suri dan Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras saat menghadiri ibadah dan perayaan Natal di GBI Kamboja.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri Ibadah dan Perayaan Natal Kota Depok di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kamboja, Pancoran Mas, Minggu malam 25 Januari 2026.

Dedi Mulyadi hadir ditemani Wali Kota Depok Supian Suri juga Kapolres Metro Depok Kombes pol Abdul Waras, Dandim 0508/Depok, serta jajaran Pemerintah Daerah dan Tokoh Agama. Serta dihadiri ribuan jemaat dari berbagai Gereja di Kota Depok.

Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi mengajak umat untuk kembali pada esensi beragama, bukan sekadar pada simbol, atribut, maupun kebanggaan organisasi.

Ia mengatakan, pendekatan keagamaan yang berhenti pada aksesoris justru menjauhkan manusia dari kebahagiaan dan nilai ketuhanan yang sejati.

"Kalau kita beragama hanya pada pendekatan organisasi dan kelembagaan, yang muncul bukan kedekatan dengan Tuhan, tapi kesombongan karena jumlah anggota yang semakin banyak,” ujar Dedi Mulyadi dalam pidatonya.

Dalam kesempatan itu juga, ia menyampaikan pesan untuk menjaga lingkungan. Kata dia, alam semesta merupakan rumah ibadah besar yang sering kali diabaikan, bahkan dirusak, atas nama pembangunan dan kepentingan manusia.

“Jangan sampai kita membangun rumah ibadah dengan cara membabat hutan, melakukan ilegal logging, menambang secara ilegal, atau menggunakan uang-uang haram dan koruptif,” tuturnya.

Menurutnya, bangunan rumah ibadah bisa saja tampak megah, tetapi kehilangan makna jika dibangun dengan merusak alam.

Dalam kondisi seperti itu, Dedi Mulyadi menyebut Tuhan tidak hadir dalam relung jiwa manusia karena ruang ketuhanan telah tertutup oleh keserakahan.

Ia juga menekankan, seluruh alam raya sejatinya adalah tempat ibadah yang sesungguhnya. Karena itu, menjaga hutan, tanah, air, dan udara merupakan bagian dari wujud iman dan ketakwaan yang nyata.

Sementara itu, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras mengatakan, sepakat apa yang disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Untuk itu ia pun turut mengajak umat untuk kembali pada esensi beragama.

"Jadi bukan sekadar pada simbol, atribut, maupun kebanggaan organisasi. Karena, pendekatan keagamaan yang berhenti pada aksesoris justru menjauhkan manusia dari kebahagiaan dan nilai ketuhanan yang sejati," katanya kepada Radar Bogor.

Iapun sepakat dengan apa yang disampaikan KDM, perihal Tuhan tidak pernah memerintahkan manusia memperbesar organisasi atau memperbanyak jamaah.

Yang diperintahkan, adalah memperbanyak kesadaran dan menyadarkan sesama, karena kesadaran merupakan nilai universal yang melampaui sekat-sekat rumah ibadah.

Sementara itu Wali Kota Depok, Supian Suri mengatakan, perayaan Natal Bersama mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan keharmonisan antarumat beragama yang terus terjaga di Kota Depok.

“Ini merupakan wujud kebersamaan kita. Kami ucapkan selamat melaksanakan kegiatan Natal Bersama,” ujarnya.

Supian berharap perayaan Natal tersebut dapat membawa kebahagiaan, kedamaian, dan sukacita, tidak hanya bagi umat Kristiani, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kota Depok. (faj)

Editor : Yosep Awaludin
#dedi mulyadi #kota depok #natal