RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan tetap malaksanakan pembangunan di tingkat desa meski di tengah keterbatasan anggaran.
Dedi Mulyadi juga mengajak kepada seluruh perangkat desa yang tergabung dalam DPD dan DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Adepsi) untuk tetap semangat dalam melaksanakan pembangunan yang rencananya akan dimulai tahun ini.
Menurut Gubernur Jawa Barat yang ke-15 itu, keterbatas anggaran tersebut tidak harus menghambat pembangunan, tapi harus jadi pemicu bagi perangkat desa untuk berpikir kreatif dan mulai menentukan skala prioritas serta tata kelola anggaran dengan cermat.
Dalam hal ini, kepala daerah yang akrab disapa KDM itu mengatakan, pembangunan di tingkat desa yang sedang prioritaskan salah satunya yaitu berkaitan dengan insfrastuktur.
"Provinsi Jabar juga sama, memiliki keterbatasan anggaran karena pengurangan dana bagi hasil dari pusat. Walaupun memiliki keterbatasan pembiayaan, kami akan membangun desa-desa, terutama infrastruktur," kata Dedi Mulyadi, dikutip dalam jabarprov.go.id, Senin, 26 Januari 2026.
"Dan akan dimulai dari tahun ini dan tahun ke depan," sambung Dedi dalam satu pidatonya.
Pertemuan yang bertajuk Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Desa dan Kelurahan di Bale Pakuan menjadi ajang silaturahmi sekaligus berbagi pemikiran untuk kemajukan desa/kelurahan di Jawa Barat.
Selain itu, pertemuan tersebut juga menjawab kecemasan yang terjadi di tingkat desa karena anggaran pembangunan yang dinilai cukup menurun di tahun 2026 ini.
Gubernur berusia 54 tahun itu mengatakan ia dan Pemprov Jabar akan terus mendorong pembangunan tersebut guna memberikan kesejahteraan untuk masyarakat pedesaan di Jawa Barat.
"Tadi sudah saya sampaikan bahwa Pemprov Jabar berkomitmen akan mendorong pembangunan infrastruktur desa," ucap Dedi Mulyadi.
"Karena kan yang menjadi kecemasan mereka seiring dengan menurunnya anggaran untuk desa, kualitas dan kuantitas pembangunan di desa menjadi menurun," sambung KDM.
Di samping itu, Pemprov Jawa Barat juga akan memebrikan uang dengan nominal yang sangat besar kepada desa atau kelurahan yang memiliki prestasi di setiap tahunnya.
Hal itu diharapkan bisa mendorong pemerintah desa untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memajukan wilayahnya masing-masing.
"Selain juara tingkat provinsi, nanti kabupaten dan kota juga akan mengadakan lomba serupa dengan hadiah tingkat kecamatan sebesar Rp200 juta, kan lumayan dapat menjadi insentif tambahan," jelas Dedi Mulyadi.
Dengan kata lain, Dedi Mulyadi tidak mau pemerintah desa menyerah dengan keterbatas anggran yang mereka miliki, sehingga tidak melakukan pembangunan di wilayah mereka.***
Editor : Asep Suhendar