RADAR BOGOR - Hendra nyaris celaka. Motornya hampir menabrak mobil di depannya yang berhenti mendadak di Jalan Raya Bogor.
Beruntung refleknya masih bisa menyelamatkan. Ia mampu membanting setang motor ke arah kiri jalan. Menghindari tabrakan beruntun di Jalan Raya Bogor.
"Hampir nabrak tadi, Alhamdulillah masih selamat," katanya saat ditemui Radar Bogor di ruas Jalan Raya Bogor pagi tadi.
Situasi itu terjadi akibat kondisi Jalan Raya Bogor dipenuhi lubang berukuran besar dan dalam.
Pengendara mobil kerap melakukan pengereman mendadak lantaran lubang menganga di tengah jalan itu.
Pantauan Radar Bogor, kondisi jalan rusak paling banyak pada bagian tengah jalan hingga ke area pembatas jalan yang berada di tengah jalan.
Bentuk lubang pun beragam, tidak saja berbentuk lingkaran atau oval. Ada yang persegi panjang. Kondisi lubang dengan bentuk mengkotak itu berada di sambungan jalan.
Dari pertigaan Jalan Juanda Cimanggis hingga batas Kota Depok dan Kabupaten Bogor, Radar Bogor menghitung sedikitnya ada 80 lubang dengan ukuran beragam. Paling besar memiliki diameter atau garis tengah hampir 2 meter.
Di beberapa rusak jalan yang mengalami kerusakan paling parah, terpasang penanda. Ada yang mengunana ban bekas hingga papan rambu darurat.
Minta PUPR Lakukan Percepatan Perbaikan
Ruas Jalan Raya Bogor dipenuhi lubang. Kondisi itu mengancam nyawa pengguna jalan. Terlebih para pengendara sepeda motor.
Agar tidak jatuh memakan banyak korban kecelakaan lalulintas akibat Jalan Rusak tersebut, Polres Metro Depok telah berkordinasi dengan dinas terkait. Mereka meminta agar segera dilakukan perbaikan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti DPUPR Kota Depok untuk percepatan perbaikan jalan," kata Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi kepada Radar Bogor.
Ia menuturkan, upaya untuk pencegahan kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Raya Bogor, Polisi juga melakukan pemasangan rambu peringatan dan marka sementara di titik jalan berlubang. Lalu, Pemberian tanda atau pembatas jalan pada lokasi rawan kecelakaan.
"Juga peningkatan patroli dan pengaturan lalu lintas oleh petugas, terutama pada jam padat," paparnya.
Selain itu, Polres Metro Depok juga melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat melalui media sosial dan langsung di lapangan.
"Dengan kerja sama antara petugas dan masyarakat, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan dan keamanan berkendara tetap terjaga," tuturnya.
Lanjut Made, iapun menghinbau kepada seluruh pengguna jalan yang melintas di Jalan Raya Bogor agar mengurangi kecepatan, terutama pada malam hari dan saat hujan.
"Juga tingkatkan kewaspadaan, karena terdapat beberapa titik jalan berlubang yang berpotensi membahayakan," tuturnya.
"Juga menjaga jarak aman antar kendaraan untuk menghindari tabrakan beruntun. Menggunakan helm dan sabuk pengaman sesuai ketentuan demi keselamatan.
Tidak menggunakan ponsel saat berkendara agar tetap fokus," tambahnya.
Bentuk Tim Maung Depok
Jalan rusak termasuk di Jalan Raya Bogor menjadi persoalan yang kini sering dikeluhkan warga Kota Depok. Terlebih di sosial media.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Wali Kota Depok, Supian Suri, berencana akan membentuk Tim Maung (Manusia unggul) Depok.
Tim tersebut nantinya akan disusun oleh Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Sekda, serta Kepala BKPSDM, dengan melibatkan berbagai perangkat daerah.
Di dalamnya tim Maung itu nantinya ada dari berbagai perangkat daerah. Mulai dari Satpol PP, DLHK, Dinas PUPR, hingga Dishub.
Selain itu, Tim Maung nantinya, tidak akan menjadi tim khusus yang bekerja di satu tempat, melainkan tim yang aktif berkeliling kota untuk melihat langsung kondisi di lapangan.
“Jadi tim Maung Depok lah yang akan keliling untuk melihat kondisi-kondisi Kota Depok dan segera menindaklanjuti melalui perangkat daerah yang bertanggung jawab,” kata Supian Suri
Lanjut Supian, sejumlah persoalan yang menjadi fokus pemantauan, seperti jalan berlubang, tiang listrik miring, baliho yang nyaris jatuh, hingga pagar-pagar yang penuh vandalisme
“Itu yang mungkin juga harus kita selesaikan, sehingga kita akan bisa memonitor kondisi-kondisi Depok, kenyamanan warga Depok,” ujarnya.
Supian Suri berharap Tim Maung Depok dapat segera diimplementasikan. Ia menilai, kehadiran tim ini penting untuk membangun kesadaran bersama bahwa kota merupakan tanggung jawab seluruh warganya. (faj)
Editor : Yosep Awaludin