KDM (sapaan Dedi Mulyadi) menilai, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab utama kemacetan parah di sejumlah kota besar di Jawa Barat.
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam rapat bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.
Dalam forum tersebut, KDM mencontohkan kawasan Buah Batu perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung yang menurutnya kini mengalami kepadatan lalu lintas luar biasa akibat izin perumahan yang terus bertambah.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjelaskan, pemerintah kerap luput menghitung kapasitas ruas jalan sebelum mengeluarkan izin pembangunan.
KDM menyebut, lebar jalan di sejumlah kawasan tetap sekitar 5 meter, sementara jumlah hunian meningkat drastis hingga puluhan ribu unit.
Dengan bertambahnya jumlah rumah, lanjut Dedi Mulyadi, otomatis jumlah kendaraan bermotor dan mobil ikut melonjak karena hampir setiap anggota keluarga memiliki kendaraan sendiri.
"Jalan di area itu dulu hanya 5 meter sampai sekarang tetap 5 meter enggak berubah. Tapi, perumahannya sudah 30.000. Dari 30.000, satu rumah ada berapa motor? Ibunya punya motor, anaknya punya motor," tutur KDM.
Kondisi itu memicu kemacetan kronis di berbagai daerah.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan, saat ini hampir seluruh wilayah perkotaan di Jawa Barat menghadapi persoalan lalu lintas serius, mulai dari Bandung, Karawang, Bekasi hingga Purwakarta.
KDM menilai, situasi tersebut berpotensi menurunkan kualitas hidup masyarakat jika tidak segera ditangani.
Menurut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, pembangunan seharusnya dilakukan secara rasional dengan perencanaan yang matang, bukan sekadar mengejar pertumbuhan fisik tanpa mempertimbangkan daya dukung wilayah.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, pemerintah provinsi akan mendorong pola pembangunan yang lebih terintegrasi antara perumahan, transportasi, dan infrastruktur dasar guna mencegah kekacauan lalu lintas yang semakin meluas. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim