RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkap, alasan di balik kebijakan penutupan aktivitas pertambangan di sejumlah wilayah.
KDM (sapaan Dedi Mulyadi) menilai, eksploitasi yang tidak terkendali telah menimbulkan kerusakan lingkungan serius dan mengancam kawasan strategis, termasuk sekitar Gunung Gede, Ciremai dan lainnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat rapat bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.
Dalam forum tersebut, KDM memaparkan, praktik penambangan selama ini kerap mengabaikan rencana tata ruang maupun aspek kelestarian lingkungan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan, ekspansi pembangunan permukiman dan aktivitas tambang telah menggerus kawasan hutan serta daerah resapan air.
Kondisi tersebut, menurut KDM, berpotensi menimbulkan dampak ekologis jangka panjang jika tidak segera dikendalikan.
"Terus pertanyaannya adalah kita ini pengen cepat kiamat?," tegas KDM kepada para pejabat Pemprov Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, pemerintah provinsi mengambil langkah tegas dengan menghentikan seluruh operasi tambang pada tengah malam, tanpa membedakan skala usaha.
Keputusan larangan study tour, bahkan sempat memicu kekhawatiran bahwa sektor pariwisata Jawa Barat akan terpuruk.
Namun, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengklaim, prediksi tersebut tidak terbukti.
Setelah penertiban dilakukan dan kawasan diperbaiki, jumlah kunjungan wisata justru meningkat dan disebutnya sebagai yang tertinggi dalam 5 tahun terakhir.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menambahkan, revitalisasi infrastruktur turut menjadi faktor pendukung kebangkitan sektor pariwisata.
Pemerintah provinsi, kata KDM, memperlebar jalan, menambah lapisan aspal, membangun sistem drainase, memasang penerangan jalan umum.
Selain itu, menghadirkan desain kawasan dengan sentuhan arsitektur khas Jawa Barat.
Menurut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, perbaikan tersebut membuat wilayah-wilayah wisata menjadi lebih nyaman.
Sehingga, kemacetan mulai berkurang dan minat masyarakat untuk berkunjung kembali meningkat. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim