RADAR BOGOR - Sudrajat warga Bojonggede, Kabupaten Bogor masih trauma, penjual es gabus yang tengah viral itu masih takut untuk berjualan.
Meskipun dalam benaknya ia ingin segera mencari nafkah kembali, tetapi peristiwa yang menimpanya beberapa di Kemayoran, Jakarta Pusat itu masih membekas dalam dirinya.
Di hadapan Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras, Suderajat mencurahkan isi hatinya dan ingin bisa berjualan kembali.
"Mau dagang es kue lagu, tapi takut, saya takur diincer," curhatnya kepada Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras.
Tak hanya itu, Sudrajat mengaku pasca videonya viral beberapa kali mendapatkan stigma negatif dari anak-anak yang ia temui. Ia mengaku daganganya sering dikatakan es beracun oleh anak-anak sehingga membuat dirinya masih takut untuk berjualan es jadul.
"Ada anak anak yang bilang, awas es racun, es racun, takutnya itu, namanya bocah kadang begitu," tuturnya.
Mendengarkan curhatan itu, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras memberikan semangat kepada Sudrajat untuk kembali bangkit dan berjualan.
"Gak apa-apa ( gak usah takut)," kata Kapolres Metro Depok sambil memegang pundak Sudrajat.
Dukungan diberikan oleh sejumlah wartawan yang turut hadir ke rumah Sudrajat dan meminta dirinya tidak takut berjualan kembali.
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras mengunjungi rumah Sudrajat, penjual es kue jadul yang sempat viral di media sosial.
Abdul Waras datang ke kediamanya sembari membawa sepeda motor baru untuk diberikan kepada penjual es kue yang sempat viral hingga bantuan modal usaha.
"Semoga ini bisa bermanfaat untuk usaha beliau," kata Kombes Abdul Waras kepada Radar Bogor Selasa, 27 Januari 2026.
Sudrajat viral usai dicurigai menjual es hunkue berbahan spons di Kemayoran, Jakarta Pusat. Belakangan hasil labfor menyatakan bahwa es kue yang dijualnya itu aman dan layak dikonsumsi.
Aparat TNI dan Polri yang sempat mencurigainya kemudian menyampaikan klarifikasi serta permintaan maaf atas video viral tersebut.(Faj)
Editor : Eka Rahmawati