27 Jenazah Longsor Bandung Barat Teridentifikasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Ajak Masyarakat Kembalikan Fungsi Gunung
Kholikul Ihsan• Rabu, 28 Januari 2026 | 15:11 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
RADAR BOGOR - Tragedi longsor besar yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kini memasuki babak krusial. Hingga Selasa sore, 27 Januari 2026, tim DVI Polda Jabar berhasil mengidentifikasi 27 korban meninggal dunia dari total 47 kantong jenazah yang ditemukan.
Di tengah duka mendalam ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkan peringatan keras untuk segera mengembalikan fungsi gunung sebagai benteng ekologis guna mencegah bencana serupa terulang.
Bencana yang bermula sejak Sabtu, 24 Januari 2026 lalu itu masih menyisakan misteri bagi 33 jiwa yang dilaporkan hilang di bawah timbunan material longsor.
Memasuki hari keempat pencarian, Tim SAR Gabungan bekerja ekstra keras melawan medan yang berat. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, mengonfirmasi perkembangan terbaru di lapangan.
- Penemuan korban: 8 kantong jenazah ditemukan per Selasa kemarin.
- Total Evakuasi: 47 kantong jenazah telah diserahkan ke tim DVI sejak hari pertama.
- Target Pencarian: Operasi SAR dipastikan akan terus berlanjut hingga 14 hari pasca-kejadian.
Proses pencarian pada Selasa membuahkan hasil penemuan delapan kantong jenazah yang langsung diserahkan ke DVI Polda Jabar.
Menanggapi rentetan bencana di Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kerusakan alam telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Dalam acara pelantikan pengurus MUI Jabar di Gedung Negara Pakuan, ia menyoroti hilangnya kesadaran spiritual manusia terhadap alam.
“Saya sampaikan bahwa saat ini gunung tidak lagi menjadi pananggeuhan (tempat bersandar) karena hilangnya spiritualitas pada gunung dan pada alam. Manusia berani merusak bahkan sampai pada tutupan hutan,” tegas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dikutip dari laman resmi Bappeda Jabar.
Dedi Mulyadi berkomitmen akan melakukan pembenahan total pada tata ruang Jawa Barat yang lebih berpihak pada kelestarian lingkungan.
Gubernur Jawa Barat juga mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat untuk ikut andil memberikan edukasi lingkungan kepada umat.
Merespons hal tersebut, Ketua MUI Jabar Masa Khidmat 2025-2030, Aang Abdullah Zein, langsung menginisiasi gerakan donasi bagi korban di Cisarua, dengan menyumbang Rp5 juta sebagai pembuka aksi solidaritas. MUI diharapkan menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran masyarakat agar tidak merusak hutan.
Mengingat durasi pencarian yang panjang, kesehatan tim SAR gabungan menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah bersama kementerian terkait telah mengerahkan tim medis untuk memberikan vaksinasi bagi relawan dan petugas dan suplemen vitamin dan obat-obatan rutin.
Langkah ini diambil untuk memastikan proses evakuasi 33 korban sisa dapat berjalan maksimal tanpa kendala kesehatan pada personel lapangan.***