Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ajak Kades Karawang Borong Beras untuk Korban Banjir, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bantu 10 Ton Beras

Lucky Lukman Nul Hakim • Jumat, 30 Januari 2026 | 03:05 WIB
BANJIR : Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat membeli beras bersama para Kades di Kabupaten Karawang.
BANJIR : Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat membeli beras bersama para Kades di Kabupaten Karawang.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turun langsung membantu warga terdampak banjir di Kabupaten Karawang dengan mengajak sejumlah kepala desa berbelanja kebutuhan pokok untuk korban di Desa Karangligar, Desa Purwadana, Desa Sukamakmur dan Desa Wadas.

Dalam kunjungannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terlihat aktif memastikan kualitas bantuan yang dibeli, terutama beras yang akan didistribusikan kepada warga.

KDM (sapaan Dedi Mulyadi) menekankan, bantuan yang diberikan harus dalam kondisi terbaik.

"Aing mah ngarti beas, kudu anu alus jang warga," tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga tampak berdialog intens dengan pedagang beras, menanyakan jenis, kualitas, hingga varietas padi yang dijual.

KDM memastikan, beras yang dibeli berasal dari panen baru dan berkualitas baik, termasuk varietas Inpari yang dikenal unggul.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta, agar beras yang disiapkan memiliki tekstur pulen dan bersih sebelum dikirimkan ke lokasi terdampak.

Dalam proses itu, dilakukan pula perhitungan jumlah kebutuhan, hingga akhirnya disepakati pengadaan sekitar 10 ton beras yang akan dibagi ke sejumlah wilayah, termasuk dikirim ke Bekasi.

Selain mengatur jumlah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga memastikan kesiapan armada pengangkut.

KDM meminta, agar truk segera disiapkan agar distribusi tidak tertunda, mengingat kondisi warga yang membutuhkan bantuan cepat.

Di sela kegiatan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menyinggung persoalan banjir yang hampir setiap tahun melanda Desa Karangligar.

KDM menyatakan, wilayah itu seharusnya mendapat solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan relokasi permukiman atau pembangunan infrastruktur pengendali banjir.

Menurut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, anggaran relokasi sebenarnya jauh lebih kecil dibandingkan rencana pembangunan bendungan di Sungai Cibeet yang nilainya mencapai triliunan rupiah.

KDM menilai, persoalan banjir tidak boleh hanya dibahas dalam rapat-rapat tanpa keputusan nyata di lapangan.

Dalam proses transaksi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengecek harga beras yakni Rp13.100 per kilogram.

Namun, akhirnya KDM memberikan lebih menjadi Rp15.000 per kilogram, termasuk ongkos pengiriman ke Karawang dan Bekasi.

Dengan perhitungan tersebut, total dana yang digunakan untuk pembelian beras mencapai sekitar Rp150 juta.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali mengingatkan, agar tim memastikan timbangan akurat dan jumlah yang dikirim sesuai kesepakatan.

KDM juga meminta agar satu truk khusus disiapkan untuk pengiriman ke Bekasi, sementara sisanya difokuskan ke wilayah Karawang yang terdampak banjir.

Setelah urusan beras rampung, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan, pihaknya akan melanjutkan pembelian kebutuhan pokok lainnya untuk para korban banjir. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #karawang #KDM #gubernur jawa barat #banjir #beras