Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Para Kades Karawang Diajak Borong Sembako untuk Korban Banjir, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Matak Ge Sing Narurut Ka Aing Teh

Lucky Lukman Nul Hakim • Jumat, 30 Januari 2026 | 03:25 WIB
Para Kades di Kabupaten Karawang yang warganya terdampak banjir sedang belanja bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Para Kades di Kabupaten Karawang yang warganya terdampak banjir sedang belanja bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali turun langsung menangani dampak banjir di Kabupaten Karawang dengan mengajak para kepala desa berbelanja kebutuhan pokok bagi warga terdampak banjir di Desa Karangligar, Purwadana, Sukamakmur, Wadas, dan Wanakerta.

Aksi borong tersebut dilakukan di salah satu pusat grosir, KDM (sapaan Dedi Mulyadi) memimpin langsung proses pendataan logistik.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta, manajemen toko menyiapkan berbagai kebutuhan dasar dalam jumlah besar, sekaligus memisahkan barang yang akan dikirim ke wilayah Karawang dan Bekasi.

Dalam pendataan awal, KDM menginstruksikan pembelian puluhan dus mi instan, biskuit, sarden, air mineral kemasan hingga perlengkapan kebersihan.

Ia memastikan, armada truk khusus disiapkan untuk pengiriman ke Bekasi, sementara sisanya dialokasikan ke desa-desa terdampak di Karawang.

Untuk Desa Karangligar, Purwadana, dan Sukamakmur, daftar bantuan mencakup mi instan, biskuit, air mineral, sabun mandi batangan hingga susu kemasan kecil.

Sementara untuk Desa Wadas, bantuan difokuskan pada mi instan, air mineral, dan perlengkapan kebersihan tanpa tambahan susu maupun sabun.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga memerintahkan penambahan bantuan khusus berupa pasta gigi hingga sampo.

KDM menegaskan, seluruh barang yang dibagikan harus berkualitas baik.

Menurut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, bantuan pemerintah tidak boleh diberikan secara asal-asalan, apalagi kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah.

KDM menginginkan, seluruh paket logistik layak konsumsi dan pantas digunakan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menyinggung persoalan infrastruktur yang menjadi penyebab meluasnya genangan banjir, termasuk jembatan yang dilaporkan longsor di wilayah Wadas.

KDM menyebut, pemerintah provinsi telah mengirimkan alat berat untuk percepatan penanganan dan pembersihan akses jalan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga mengungkapkan, normalisasi sungai di beberapa titik sebelumnya sempat menahan banjir, meski hujan lebat belakangan kembali memicu genangan.

KDM meminta, jajaran pemerintah daerah segera melakukan pembongkaran struktur yang menghambat aliran air.

"Matak ge sing narurut ka aing teh," tegas Dedi Mulyadi.

Tak hanya soal banjir, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memanfaatkan kesempatan itu untuk berdiskusi mengenai program jangka panjang di kawasan industri Wanakerta.

Ia menyampaikan, rencana pemerintah provinsi menyiapkan tenaga kerja lokal melalui pelatihan dan pemagangan bagi lulusan SMK, khususnya untuk menyambut pembukaan perusahaan baru pada 2027.

Menurutnya, dua desa di wilayah tersebut ditargetkan dapat menyiapkan sedikitnya 500 calon tenaga kerja yang akan dimagangkan lebih awal di perusahaan di wilayah Bogor sebelum industri tersebut beroperasi penuh.

Dalam proses transaksi logistik, dilakukan pengecekan ulang jumlah barang melalui sistem grosir sebelum pembayaran.

"Cepat, saya mau bayar nih," ucap Dedi Mulyadi dengan nada khasnya sambil tersenyum.

Setelah seluruh daftar dipastikan lengkap, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta agar distribusi segera dilakukan menggunakan armada yang telah disiapkan.

Untuk Desa Wanakerta yang juga terdampak banjir, KDM menginstruksikan pemerintah desa melakukan belanja tambahan secara mandiri dengan dukungan dana operasional agar bantuan dapat disesuaikan dengan jumlah warga terdampak.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, penanganan bencana harus dilakukan cepat dan terkoordinasi, serta meminta para lurah dan kepala desa aktif mengawal distribusi bantuan hingga sampai ke tangan masyarakat. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #karawang #KDM #gubernur jawa barat #banjir