RADAR BOGOR - Penghargaan dari Kapolres Metro Depok kepada warga yang membantu menangkap pelaku kriminal di Bojongsari, akhir 2025 lalu, kembali mencuat di tengah ramainya perbincangan kasus pengejaran pelaku jambret di Sleman, Yogyakarta.
Saat itu, Kapolres Metro Depok Kombes pol Abdul Waras memberikan penghargaan kepada warga yang berhasil menggagalkan aksi perampokan dengan modus kempis ban di Bojongsari Kota Depok.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras menegaskan, pihaknya tidak akan mempidanakan warga yang membatu kepolisian dalam menangkap pelaku kejahatan jalanan.
Kepada Radar Bogor, Ia mengatakan, justru dirinya memberikan penghargaan terhadap masyarakat yang berhasil menangkap pelaku kejahatan serta menyerahkan ke polisi.
"Saya tidak akan memenjarakan masyarakat yang melindungi diri mereka dari tindakan kejahatan. Justru kami berikan penghargaan kepada orang yang berhasil menggagalkan aksi kejahatan,” ujar Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras kepada Radar Bogor Jumat 30 Januari 2026.
Abdul Waras mengatakan, Polres Metro Depok selalu berkolaborasi dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Sehingga peran masyarakat sangat membantu kepolisian dalam mengungkap kasus tindak kejahata di wilayah hukum Polres Metro Depok.
Ia mengatakan, masyarakat Depok tidak perlu takut untuk menangkap pelaku kriminal. Jika melihat aksi kriminal di wilayahnya, bisa segera menghubungi layanan 110 sn petugas akan segera ke lokasi.
"Jadi mari bersama jaga keamanan lingkungan kita. Dengan bersama-sama menciptakan kota Depok aman dan kondusif," tambahnya.
Seperti diketahui, jagat maya tengah menyoroti kasus viral pengejaran pelaku jambret di kawasan Flyover Janti, Sleman, yang memicu perdebatan publik terkait batas tindakan warga saat menghadapi pelaku kejahatan.
Peristiwa di Sleman itu terjadi pada 26 April pagi, saat seorang pengusaha snack bernama Arsita hendak mengantar pesanan ke hotel di Jalan Jogja–Solo.
Hasil penyelidikan berbasis rekaman CCTV dan pendapat ahli menyebut penyebab kematian korban berkaitan dengan benturan dari belakang berkecepatan tinggi saat pengejaran.
Sempat muncul dugaan penganiayaan setelah kecelakaan, namun berdasarkan rekaman CCTV, tuduhan tersebut tidak terbukti. (faj)
Editor : Yosep Awaludin