Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Curhat Guru PPPK di SMK Negeri 1 Karawang, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Euweuh Deui, Teu Bisa Ngabangun Sakola

Lucky Lukman Nul Hakim • Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:13 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat berdialog dengan salah satu guru di SMK Negeri 1 Karawang.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat berdialog dengan salah satu guru di SMK Negeri 1 Karawang.

RADAR BOGOR - Kunjungan ke SMK Negeri 1 Karawang dimanfaatkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk berdialog langsung dengan tenaga pendidik.

Dalam kesempatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan PT Deli Indonesia Office Technology serta PT CBL Solusi Logistik tersebut, Dedi Mulyadi bertemu seorang guru kelas satu yang mengajar mata pelajaran matematika.

KDM (sapaan Dedi Mulyadi) menanyakan latar belakang, usia, hingga status kepegawaian guru tersebut.

Guru Mengaku Berstatus PPPK dan Berusia 58 Tahun

Dari perbincangan itu diketahui, guru tersebut berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan kini berusia 58 tahun.

"Sebentar lagi 60 tahun," ucap guru tersebut kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Guru berkerudung itu menyampaikan, masih ingin terus mengabdi hingga masa pensiun.

Sang guru tersebut juga menceritakan, sebelum mengajar di sekolah negeri, ia sempat bekerja di sekolah swasta sejak sekitar tahun 2005.

Setelah menjadi PPPK, kata dia, penghasilannya mengalami kenaikan dari sebelumnya sekitar Rp2,9 juta menjadi lebih dari Rp3,3 juta seiring adanya kenaikan gaji berkala.

Meski demikian, ia mengungkapkan, pendapatan tersebut masih berada di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Dedi Mulyadi Soroti Keterbatasan Anggaran Daerah

Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menjelaskan, kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memiliki keterbatasan apabila harus membayar seluruh tenaga kerja sesuai UMK.

Baca Juga: Staycation di Villa Cendana by Fortuna Megamendung Bogor: Penginapan dengan Private Pool, Water Slide, dan View Gunung yang Bikin Betah

KDM menerangkan, jika seluruh dana provinsi dialokasikan untuk penggajian, maka pembangunan infrastruktur seperti jalan, sekolah baru, maupun unit ruang kelas tambahan tidak akan dapat dilakukan secara optimal.

"Euweuh deui, teu bisa ngabangun sakola," ucap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kepada guru tersebut sambil tertawa.

Menurut Dedi Mulyadi, kondisi pembangunan sekolah saat ini sudah menunjukkan peningkatan dibandingkan sebelumnya, meskipun belum sepenuhnya memenuhi seluruh kebutuhan.

Target Pembangunan Pendidikan Lima Tahun ke Depan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga menyampaikan harapannya agar kebutuhan pembangunan sektor pendidikan untuk lima tahun ke depan bisa direalisasikan lebih cepat.

Namun, KDM menilai situasi sekarang tetap lebih baik dibandingkan masa lalu, ketika peningkatan anggaran dinilai masih sangat kecil.

Percakapan tersebut berlangsung di sela-sela kegiatan penandatanganan MoU Pemprov Jabar dengan dua perusahaan swasta, yang merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama dunia pendidikan vokasi dengan sektor industri dan logistik di wilayah Karawang dan sekitarnya. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #pppk #KDM #gubernur jawa barat #SMK Negeri 1 Karawang