RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melakukan evaluasi langsung terhadap pengelolaan jalan provinsi saat melakukan perjalanan bersama Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah III Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar, Muhtar Jalaludin.
Dalam perjalanan tersebut, KDM (sapaan Dedi Mulyadi) berdialog dengan Muhtar Jalaludin yang baru lima bulan menjabat sebagai Kepala Unit Pengelola Teknis Daerah (UPTD) Wilayah Pelayanan III.
Muhtar menjelaskan, wilayah kerjanya mencakup kawasan Bandung Raya dan Purwasuka, yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, serta Kabupaten Purwakarta, Subang, dan Karawang.
“Wah, itu luas sekali,” ucap KDM kepada Muhtar.
Dedi Mulyadi menilai, cakupan wilayah tersebut setara dengan beban kerja kepala dinas.
Meski demikian, KDM menegaskan, luasnya wilayah tidak menjadi masalah selama didukung oleh tim teknis yang solid di lapangan.
“Sekarang tim teknis di bawah Bapak kuat tidak?” tanya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Muhtar menjawab, timnya cukup memadai dan berencana menambah beberapa tenaga ahli guna memperkuat kinerja UPTD.
Namun, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga menyampaikan catatan penting terkait pengendalian kondisi jalan, khususnya dalam hal kebersihan dan estetika lingkungan.
Menurutnya, selama satu tahun memimpin Jawa Barat, ia masih menemukan banyak ruas jalan yang belum tertata optimal.
Salah satu penyebabnya, belum konsistennya penerapan sistem satu petugas kebersihan untuk setiap satu kilometer jalan.
“Masih banyak gundukan sampah di berbagai titik. Harusnya, satu kilometer satu petugas yang rutin berkeliling di area itu. Kalau berpindah-pindah terus, justru ada wilayah yang terlewat,” tegasnya.
Evaluasi tersebut disebut sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, tidak hanya dari sisi kelancaran lalu lintas, tetapi juga kebersihan dan keindahan lingkungan sekitar. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim