Pencarian Korban Longsor Cisarua Kabupaten Bandung Barat Berlanjut, Puluhan Jenazah Teridentifikasi
Kholikul Ihsan• Rabu, 4 Februari 2026 | 21:04 WIB
Petugas tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian terhadap korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
RADAR BOGOR - Memasuki hari kesebelas pasca bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tim SAR gabungan kembali mengevakuasi korban tambahan.
Dalam pencarian yang berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026, petugas menemukan dua kantong jenazah baru di lokasi reruntuhan.
Penemuan ini menambah total evakuasi korban jiwa menjadi 85 kantong jenazah sejak operasi pencarian dimulai.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, relawan, hingga tenaga medis yang tetap menjaga integritas di medan yang berat.
“Semangat, soliditas dan disiplin tim tetap terjaga meskipun operasi dilaksanakan dalam durasi panjang dan medan tantangan,” ungkap Ade Dian saat memberikan keterangan di Desa Pasirlangu, Selasa 3 Februari 2026, seperti dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Seluruh temuan jenazah telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses pencocokan data. Hingga Selasa pukul 16.00 WIB, tercatat sebanyak 66 jenazah telah berhasil diidentifikasi.
Kondisi cuaca yang cerah berawan di lokasi bencana sangat membantu tim dalam memaksimalkan alat berat maupun pencarian manual.
Pihak Basarnas memastikan bahwa operasi akan tetap mengedepankan profesionalisme dan prinsip kehati-hatian, mengingat struktur tanah di zona bencana yang masih memiliki risiko kerawanan.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan langkah-langkah penanganan jangka panjang bagi warga yang kehilangan tempat tinggal atau berada di zona merah (risiko tinggi).
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan rincian bantuan dana hunian sementara:
- Bantuan Kontrak Rumah: Dana sebesar Rp5 juta per kepala keluarga akan diberikan kepada 50 KK yang bermukim di zona merah bencana.
- Bantuan Terdampak Langsung: Sebelumnya, warga yang rumahnya hancur akibat longsor telah diberikan stimulan kontrak rumah senilai Rp10 juta per KK.
- Santunan Duka: Keluarga dari korban yang meninggal dunia menerima dana santunan sebesar Rp25 juta.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Pemda Provinsi Jawa Barat tengah serius mempersiapkan program relokasi perumahan bagi korban terdampak langsung untuk memastikan keamanan tempat tinggal mereka di masa depan.***