RADAR BOGOR - Atlet rugby asal Garut, Siti Nur Rahayu, akhirnya memperoleh penanganan medis setelah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat turun langsung dan membawanya ke rumah sakit menyusul kisahnya yang ramai diperbincangkan publik.
Siti sebelumnya menjadi sorotan karena atlet yang pernah mewakili Jawa Barat pada PON 2024 itu mengalami sakit serius, namun terkendala biaya untuk mendapatkan perawatan medis.
Selama kurang lebih dua bulan ia menderita pecah usus dan belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kemudian menyampaikan permohonan maaf karena baru mengetahui kondisi tersebut dari pemberitaan media, bukan melalui laporan pemerintah daerah setempat.
Dedi menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengambil langkah dengan membawa Siti ke rumah sakit. Ia juga mengimbau warga Jawa Barat yang mengalami sakit tetapi kesulitan biaya pengobatan agar mendatangi Balai Pengaduan Lembur Pakuan atau Bale Pananggeuhan di Gedung Sate Bandung.
Gubernur menyatakan fasilitas tersebut terbuka bagi masyarakat Jawa Barat yang menghadapi kendala akses layanan kesehatan akibat keterbatasan biaya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan RSUD Welas Asih langsung menangani kondisi Siti Nur Rahayu. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan informasi yang beredar telah ditindaklanjuti dan pasien sudah dijangkau untuk mendapatkan perawatan.
Siti kemudian dijemput dan saat ini menjalani penanganan medis di RSUD Welas Asih.
Direktur RSUD Welas Asih, dr. Deni Darmawan, menyampaikan bahwa pasien asal Garut tersebut telah diterima dan sedang ditangani oleh tim medis rumah sakit.
"Pasien atas nama SNR dari Garut seorang atlet sudah kami tangani di RSUD Welas Asih Provinsi Jawa Barat," ujar Direktur RSUD Welas Asih dr. Deni Darmawan dalam keterangannya dilansir dari Instagram @humas_jabar.
Editor : Eka Rahmawati