RADAR BOGOR - Operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri (PN) Depok, bukan saja menyeret satu pejabat.
Informasi yang dihimpun Radar Bogor, lebih dari satu unsur pimpinan hingga aparatur peradilan ikut diamankan KPK dalam OTT di PN Depok.
Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, Hery Supriyono mengatakan, OTT KPK yang menjerat Wakil Ketua PN Depok, juga melibatkan pihak lain. Mereka berasal dari jajaran teknis pengadilan.
“Ya, info yang saya terima itu Wakil Ketua dan Jurusita,” kata Hery saat ditemui Radar Bogor di sela kunjungannya ke PN Depok, Jumat 6 Februari 2026.
Diberitakan sebelumnya, sehari pasca OTT yang dilakukan KPK, Ketua PT Bandung, Hery Supriyono menyambangi PN Depok di Komplek Perkantoran Kota Kembang, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Jumat 6 Februari 2026.
Pantauan Radar Bogor, ia datang menaiki mobil sedan Toyota Camry berplat merah dengan nomor polisi D 5 masuk ke halaman PN Depok.
Mobil yang dinaikinya itu dikawal mobil Pajero Sport dengan nomor polisi B 2670 UJA berwarna hitam.
Petugas PN Depok yang berada di lokasi membenarkan mobil tersebut milik Ketua PT Bandung.
"Iya, itu mobil Ketua PT Bandung," kata salah satu petugas kepada awak media, Jumat 6 Februari 2026.
Adapun, KPK kembali menggelar OTT di Depok. Kali ini, operasi senyap tersebut menyasar pejabat di lingkungan peradilan, yakni PN Depok.
Informasi yang dihimpun Radar Bogor, KPK mengamankan Wakil Ketua PN Depok, dalam operasi tangkap tangan pada Kamis malam, 5 Februari 2026 itu.
Penangkapan Wakil Ketua PN Depok diduga berkaitan dengan praktik suap dalam penanganan perkara sengketa lahan yang tengah bergulir di wilayah Depok.
Selain BS, KPK juga mengamankan sejumlah pihak lain dalam operasi tersebut. Sementara itu, pasca OTT tersebut, suasana Kantor PN Depok terlihat sepi.(Faj)
Editor : Alpin.