RADAR BOGOR - Harga sejumlah kebutuhan bahan pokok jelang Ramadhan 2026 di Kota Depok alami kenaikan. Di antaranya telur ayam, ayam potong dan cabe rawit.
Pantauan Radar Bogor di Pasar Kemiri Muka, Kota Depok, harga bahan pokok cabai rawit merah alami lonjakan harga cukup signifikan.
Dari harga sebelumnya sekitar Rp75 ribu per kilogram, menjelang Ramadhan 2026, harga bahan pokok cabai rawit merah naik jadi Rp45 ribu sampai Rp120 ribu per kilogram.
Sementara itu untuk harga bahan pokok cabai lainnya seperti cabai merah keriting, cabai merah besar dan cabai hijau terbilang stabil.
Harga cabai merah keriting kini Rp60 ribu, untuk cabai merah besar juga Rp60 ribu dan untuk cabai hijau besar Rp40 ribu.
"Iya, yang naiknya drastis itu cabai rawit merah, cabai rawit hijau naik tapi gak terlalu banyak, kalau yang lam stabil," ujar Lela salah satu pedagang sayur dan bumbu di Pasar Kemiri Muka kepada Radar Bogor Selasa 17 Februari 2026.
Sementara itu, untuk harga telur ayam di Pasar Kemiri Muka, terpantau alami kenaikan. Saat ini telur ayam negeri dibandrol Rp31 ribu per kilogram.
Sementara itu untuk harga ayam potong mengalami kenaikan. Dari harga sebelumnya Rp35 ribu kini naik menjadi Rp40 ribu per kilogram.
"Iya naik, segitu (Rp40 ribu). Tapi kalau mau yang dada ayam saja atau paha saja, itu harganya beda lagi,lebih maha l," terangnya.
9 biji Cabai Rawit Merah Rp2.000
Melonjaknya harga cabe rawit merah jelang Ramadhan berdampak pada penjual sayur keliling di Kota Depok.
Sejumlah emak-emak di Kota Depok yang biasa membeli sayur pada penjual sayur keliling dibuat kaget.
Biasanya mereka membeli cabai rawit merah untuk sekali membuat sambal dalam jumlah sedikit, harus merogoh kocek lebih dalam lagi.
"Rp 2 ribu dapat 9 biji cabai rawit sekarang. Kaget tadi pas belanja," kata Sutar warga Jalan Sasak, Kalimulya, Kota Depok Selasa 17 Februari 2026.
Namun demikian, kata dia untuk harga cabai lainya, juga sejumlah sayur lainya terbilang masih normal.
Ia mengaku lebih sering belanja pada penjual sayur keliling karena dianggap lebih praktis dan harnya tak begitu jauh dengan di pasar.
"Iya, lebih praktis saja, harga gak beda jauh. Tapi emang ini pengalaman pertama beli cabai rawit merah Rp2 Ribu 5 biji," katanya sembari tertawa.
Sementara itu penjual sayur keliling, Ujang mengatakan, memang semua sayur dan cabai yang ia jual susah dibungkus dengan plastik.
Soal harga cabai rawit merah yang ia jual Rp2.000 isi 9 biji dikarenakan lonjakan harga bahan pokok di tempat ia biasa membeli barang daganganya.
"Pelanggan juga banyaknya beli cabai itu Rp2 ribu. Jadi sudah dibungkus plastik. Jadi gak naikin harga, tetap Rp2 ribu, tapi isinya sedikit," tuturnya.
Ia mengatakan, jika harga cabai kembali turun, volume cabai rawit merah yang ia jual juga akan bertambah menyediakan harga. "Kalau harga turun pasti gak isi 9 biji lah," katanya sembari tertawa.
Kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah warung penjual sayur dan sembako di bilangan Pancoran mas.
Nampak pedagang menjual cabai rawit merah dalam paket ekonomis. Cabai rawit merah dibandrol Rp 2 ribu per kantong plastik berisi 9 biji.
Adapun dalam paketan cabai rawit yang dijual penjual sayur keliling tidak semuanya berwarna merah.
Dalam satu plastik, untuk cabai rawit merah yang sudah matang sebanyak 5 biji. Sedangkan yang masih berwarna oranye ada satu biji, tiga biji lainya cabai dalam kondisi masih hijau. (faj)
Editor : Yosep Awaludin