RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali mengingatkan warga terkait ancaman longsor yang kerap terjadi terutama bagi warga yang tinggal di daerah pegunungan.
Imbauan tersebut disampaikan saat gubernur Jawa Barat hendak merelokasi puluhan warga Majalengka yang rumahnya mengalami longsor.
Beberapa waktu lalu longsor menerjang Kabupaten Majalengka, Jawa Barat tepatnya di Blok Godabaya, Desa Sukadana, Kecamatan Malausma dan berdampak pada kerusakan 25 rumah warga.
Longsor di Majalengka yang dipicu curah hujan tinggi itu terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026 lalu membuat 25 rumah rusak dan dihuni 35 kepala keluarga atau 128 jiwa harus mengungsi.
Pasca longsor yang melanda Kabupaten Majalengka, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun ke lokasi untuk memberi penanganan khususnya terhadap warga yang terdampak.
"Hari ini saya perjalanan menuju Majalengka untuk bertemu merelokasi 25 kepala keluarga yang rumahnya mengalami longsor dan ini terjadi di berbagai daerah," ujar gubernur Jawa Barat dalam keterangannya dilansir dari Instagram @dedimulyadi71, Kamis, 19 Februari 2026.
Menurut Dedi Mulyadi, wilayah Provinsi Jawa Barat merupakan daerah pegunungan, dataran, serta pantai yang memiliki potensi terjadinya bencana. Seperti di daerah pegunungan menurut Dedi mengalami resiko tinggi terhadap bencana longsor.
"Yang di daerah pegunungan longsor resiko yang harus dijalani karena gunung memiliki tingkat resiko bencana yang tinggi termasuk di dalamnya adalah longsor," ujar Dedi Mulyadi.
Untuk mencegah terjadinya longsor bagi warga yang tinggal di kawasan pegunungan menurut Dedi Mulyadi maka tidak membangun rumah yang tidak sesuai dengan kultur lingkungan di daerah pegunungan serta tidak merusak alam.
"Dan tidak merusak gunung sebagai bagian utama dari kehidupan kita," pesan mantan bupati Purwakarta tersebut.
Editor : Eka Rahmawati