RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bersama Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian meninjau kondisi pinggir jalan di Kabupaten Cianjur dan menemukan keberadaan MCK yang dinilai kurang sesuai secara estetika maupun tata ruang.
Dalam peninjauan lapangan tersebut, Dedi Mulyadi menilai keberadaan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di pinggir jalan tidak tepat karena mengganggu estetika lingkungan serta tidak sesuai dengan penataan ruang yang semestinya.
KDM (sapaan Dedi Mulyadi) kemudian meminta, agar dilakukan komunikasi dengan pemilik bangunan untuk mencari solusi yang lebih baik.
Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi juga berdialog langsung dengan seorang perempuan yang menempati bangunan semi permanen di lokasi tersebut.
Dari hasil percakapan, diketahui bahwa MCK tersebut memang digunakan oleh penghuni bangunan itu, sebab tidak tersedia fasilitas serupa di tempat lain.
Perempuan tersebut juga menjelaskan, lahan yang ditempatinya bukan milik pribadi, melainkan milik pemerintah.
Ia mengaku, memiliki rumah di kawasan Batu Lawang dan telah ditempati oleh anak-anaknya.
"Rata-rata begitu, rumah punya dan ditempati anak, nyicingan tempat anu sejen, lahan milik PU Provinsi Jawa Barat," jelas Dedi Mulyadi.
Menanggapi kondisi tersebut, Dedi Mulyadi menekankan perlunya penataan ulang agar penggunaan ruang di pinggir jalan tidak menimbulkan kesan kumuh serta tetap memperhatikan aspek kenyamanan dan keindahan lingkungan.
Sementara itu, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menyatakan, kesiapan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti arahan tersebut, termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait guna mencari solusi terbaik bagi warga yang terdampak. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim