Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Siapkan Relokasi dan Bangun Kampung Baru di Sukadana Majalengka, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Tiap Rumah Rp40 Juta, Namanya Patang Puluh

Lucky Lukman Nul Hakim • Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:55 WIB

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berdialog dengan warga Desa Sukadana, Kabupaten Majalengka.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berdialog dengan warga Desa Sukadana, Kabupaten Majalengka.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meninjau langsung lokasi bencana longsor di Desa Sukadana, Kabupaten Majalengka.

Dalam kunjungannya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memastikan warga terdampak akan mendapatkan bantuan sekaligus solusi hunian permanen melalui program relokasi.

Saat berdialog dengan warga, Dedi Mulyadi menanyakan kondisi rumah yang terdampak longsor.

DKM (sapaan Dedi Mulyadi) mendapatkan, informasi bahwa sebagian rumah yang rusak merupakan bangunan permanen milik warga lanjut usia, termasuk keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata Dedi Mulyadi, telah menyiapkan bantuan awal sebesar Rp10 juta untuk kebutuhan mendesak warga, seperti bahan pangan dan kebutuhan harian selama masa darurat.

Selain bantuan tunai, Dedi Mulyadi menjelaskan, pemerintah akan membangun hunian baru bagi warga terdampak di lokasi yang lebih aman.

Dedi Mulyadi menegaskan, langkah yang diambil bukan sekadar renovasi, melainkan relokasi total ke kawasan yang telah disiapkan.

Untuk pembangunan rumah, sambung KDM, setiap unit akan mendapatkan anggaran sekitar Rp40 juta dengan konsep rumah panggung, menyesuaikan dengan kondisi lingkungan serta pengalaman penanganan serupa di Kabupaten Sukabumi.

Tidak hanya hunian, pembangunan infrastruktur juga menjadi perhatian.

Dedi Mulyadi menyebutkan, pemerintah akan mengalokasikan dana sekitar Rp1 miliar yang akan dikerjakan melalui program karya bakti oleh Kodim setempat.

Infrastruktur tersebut meliputi jalan lingkungan yang akan ditata menggunakan paving block serta penerangan jalan umum.

Dedi Mulyadi juga mengungkapkan, kawasan relokasi nantinya akan dikembangkan menjadi kampung wisata.

Penataan lingkungan akan dilakukan secara terpadu agar memiliki nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Dalam perencanaannya, tegas KDM, pemerintah daerah bersama aparat setempat akan menyiapkan lahan, mematangkan kondisi tanah, serta memastikan akses jalan menuju lokasi baru dapat digunakan dengan baik.

Awalnya, relokasi direncanakan untuk 25 rumah terdampak.

Namun Dedi Mulyadi mengusulkan, agar jumlah tersebut ditingkatkan menjadi 40 rumah.

Hal ini bertujuan untuk memindahkan warga lain yang tinggal di daerah rawan longsor agar terhindar dari risiko bencana di masa mendatang.

Kampung relokasi tersebut nantinya akan diberi nama “Kampung Patang Puluh”, yang berarti kampung dengan 40 rumah.

"Namanya Kampung Patang Puluh," ucap Dedi Mulyadi kepada Bupati Majalengka.

Nama tersebut dipilih sebagai simbol jumlah hunian yang akan dibangun sekaligus identitas baru bagi warga.

Dedi Mulyadi juga memastikan, proses pendataan warga akan segera dilakukan dan bantuan lanjutan akan dicairkan dalam waktu dekat setelah semua persiapan administrasi dan teknis selesai.

Dengan langkah ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap, tidak hanya memulihkan kondisi pascabencana, tetapi juga menciptakan lingkungan hunian yang lebih aman, layak, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak longsor di Kabupaten Majalengka. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #majalengka #KDM #gubernur jawa barat