RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, pentingnya langkah pencegahan dalam penanganan kesehatan.
Dedi Mulyadi menilai, bantuan biaya sejak awal jauh lebih efektif dibanding penanganan setelah kondisi memburuk.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan, pendekatan kepemimpinannya yang lebih mengutamakan tindakan preventif dalam pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.
Dedi Mulyadi menjelaskan, bantuan sebesar Rp10 juta dapat menyelamatkan satu pasien jika diberikan tepat waktu untuk kebutuhan penanganan medis.
Sebaliknya, jelas Dedi Mulyadi, jika pasien tidak mendapatkan bantuan tersebut dan akhirnya meninggal, dampak yang muncul justru lebih besar dari sisi biaya penanganan lanjutan maupun meningkatnya perhatian publik.
Dalam kondisi seperti itu, menurut Dedi Mulyadi, biaya yang harus dikeluarkan pemerintah untuk pemulihan situasi bisa melebihi nilai bantuan awal yang sebenarnya dapat mencegah kejadian tersebut.
KDM (sapaan Dedi Mulyadi) menegaskan, pola kepemimpinannya berfokus pada pengeluaran anggaran sebelum masalah terjadi, dibandingkan harus mengeluarkan biaya lebih besar ketika persoalan sudah terjadi tanpa memberikan manfaat yang optimal.
"Pola kepemimpinan saya itu adalah lebih baik keluar uang sebelum terjadi perkara, dibanding dengan kita mengeluarkan uang tak berpahala ketika sudah terjadi perkara," jelas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Pendekatan ini, lanjut Dedi Mulyadi, menjadi bagian dari upaya membangun sistem pelayanan yang lebih cepat, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim