RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah merupakan hasil dedikasi aparatur sipil negara (ASN), bukan semata peran kepala daerah.
Dalam pertemuan bersama pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan pandangannya mengenai perbedaan posisi antara kepala daerah dan ASN dalam struktur pemerintahan.
KDM (sapaan Dedi Mulyadi) menjelaskan, ASN memiliki status tetap sebagai aparatur negara yang akan terus menjalankan tugas terlepas dari siapa pun pemimpinnya.
Sementara itu, dirinya hanya menerima mandat sementara dari rakyat untuk memimpin Jawa Barat dalam periode lima tahun.
"Kalau saya ini kan penumpang sementara di Pemprov Jabar (Jawa Barat) dikasih mandat sama rakyat untuk memimpin 5 tahun ke depan," jelas Dedi Mulyadi.
KDM juga menyinggung tingkat kepuasan publik yang disebut mencapai 95,5 persen.
Menurut Dedi Mulyadi, capaian tersebut bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja keras seluruh ASN yang telah berkorban waktu dan tenaga.
KDM menggambarkan, bagaimana para ASN kerap harus mengorbankan waktu istirahat, kebersamaan dengan keluarga, hingga menghadapi tekanan kerja yang tinggi, termasuk dalam proses pengadaan dan lelang proyek.
Tekanan tersebut, lanjut Dedi Mulyadi, bahkan dapat memengaruhi kondisi psikologis, baik saat berada di kantor maupun di lingkungan rumah.
Karena itu, KDM menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengorbanan yang telah diberikan oleh para ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Dedi Mulyadi menegaskan, keberhasilan pembangunan dan pelayanan publik di Jawa Barat merupakan hasil kolaborasi seluruh jajaran pemerintah.
Sehingga, kata Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, penghargaan layak diberikan kepada mereka yang bekerja di balik layar. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim