RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, komitmen pembangunan tetap berjalan pada 2026 meski menghadapi tekanan fiskal besar, termasuk peningkatan kualitas pendidikan.
Dalam arahannya kepada jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi menekankan, semangat pembangunan tidak boleh terhenti.
"Kita tidak boleh berhenti di sini," jelas Dedi Mulyadi.
Meskipun, sambung Dedi Mulyadi, daerah menghadapi tekanan fiskal yang diperkirakan mencapai hampir Rp3 triliun pada tahun 2026.
KDM (sapaan Dedi Mulyadi) mengajak, seluruh perangkat daerah untuk mulai mempersiapkan langkah strategis sejak dini.
Terutama, jelas Dedi Mulyadi, dalam sektor pendidikan yang menjadi prioritas utama.
Salah satu target yang disampaikan KDM, pengurangan jumlah siswa dalam satu kelas.
Dedi Mulyadi berharap, ke depan jumlah siswa tidak lagi mencapai sekitar 50 orang per kelas, melainkan dapat ditekan menjadi sekitar 36 siswa agar proses belajar mengajar lebih efektif.
Selain itu, KDM juga menyinggung, pemerintah telah menjamin akses pendidikan gratis di sekolah swasta bagi masyarakat kurang mampu, sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan pendidikan di Jawa Barat.
Menurut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, langkah-langkah tersebut penting untuk memastikan kualitas pendidikan tetap meningkat di tengah keterbatasan anggaran, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan pendidikan yang lebih baik. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim