RADAR BOGOR - Masih adanya ketimpangan akses layanan dasar di sejumlah wilayah, terutama di daerah pelosok desa yang belum tersentuh pembangunan optimal menjadi atensi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, hingga saat ini masih banyak masyarakat di Jawa Barat yang menghadapi keterbatasan akses infrastruktur jalan, khususnya di wilayah desa terpencil.
Kondisi tersebut dinilai KDM (sebutan Dedi Mulyadi) menjadi salah satu pekerjaan rumah besar yang harus segera dituntaskan.
Selain infrastruktur, Dedi Mulyadi juga menyoroti belum meratanya layanan pendidikan bagi masyarakat.
Menurut KDM, masih terdapat warga yang belum mendapatkan akses pendidikan secara optimal dan merata di berbagai wilayah.
Permasalahan serupa juga terjadi pada sektor kesehatan.
Dedi Mulyadi menilai, masih ada masyarakat yang belum memperoleh layanan kesehatan secara terbuka dan menyeluruh, sehingga perlu perhatian lebih dari pemerintah.
Di sisi lain, persoalan pengangguran juga menjadi tantangan yang belum terselesaikan.
Tingginya angka pengangguran, dinilai Dedi Mulyadi masih menjadi beban yang harus ditangani secara serius melalui kerja bersama berbagai pihak.
Lebih lanjut, KDM menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Jawa Barat yang selama ini memberikan dukungan terhadap program pemerintah, baik melalui doa maupun berbagai narasi positif yang disampaikan di media sosial.
Dedi Mulyadi juga mengapresiasi, kelompok masyarakat yang menyampaikan ketidakpuasan.
Menurutnya, tingkat ketidakpuasan sebesar 4,15 persen mencerminkan masih adanya warga yang merasa belum terlayani dengan baik serta belum merasakan manfaat pembangunan secara menyeluruh, khususnya dalam aspek kesejahteraan.
"4,15 persen itu mencerminkan ada kelompok masyarakat Jawa Barat yang belum merasa terlayani dengan baik, yang belum mendapat ruang yang terbuka terhadap aspek kesejahteraan yang diperjuangkan," jelas Dedi Mulyadi di akun medsosnya.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah untuk terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat di Jawa Barat. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim