RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang memberikan kritik maupun dukungan terhadap kebijakan pemerintah, seraya menegaskan komitmen pembenahan birokrasi di daerah.
Dedi Mulyadi menyampaikan, rasa terima kasih kepada masyarakat atas berbagai respons terhadap kebijakan yang telah dijalankan selama hampir satu tahun masa kepemimpinannya.
KDM (sapaan Dedi Mulyadi) mengakui, sejumlah kebijakan yang diambil kerap memicu aksi demonstrasi dari berbagai kalangan.
Menurut Dedi Mulyadi, seluruh bentuk kritik dan aksi protes tersebut merupakan bagian penting dari proses evaluasi pemerintah dalam memperbaiki kinerja ke depan.
Di sisi lain, Dedi Mulyadi juga mengapresiasi masyarakat yang terus memberikan dukungan terhadap berbagai program dan kebijakan yang dijalankan.
KDM menilai, baik kritik maupun dukungan merupakan wujud kepedulian warga Jawa Barat yang sama-sama memiliki peran dalam pembangunan daerah.
Karena itu, Dedi Mulyadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak bersama dalam melakukan penataan di Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, KDM juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur pemerintahan, mulai dari kepala desa, lurah, camat, hingga bupati dan wali kota, serta perangkat daerah di tingkat kabupaten serta kota maupun provinsi.
Dedi Mulyadi menilai, para aparatur kini menghadapi tantangan besar karena harus menyesuaikan diri dengan pola kerja baru yang ia dorong.
Konsep tersebut, menurut KDM, adalah “birokrasi berpuasa”, yakni pendekatan yang menekankan efisiensi, pengendalian diri, serta fokus pada pelayanan publik, bukan pada pola birokrasi yang bersifat seremonial atau berlebihan.
"Kerangka berpikir yang saya bangun, yaitu birokrasi berpuasa bukan birokrasi berpesta," jelas Dedi Mulyadi.
Menutup pernyataannya, Dedi Mulyadi turut menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh masyarakat.
KDM berharap, momentum tersebut dapat membawa keberkahan, meningkatkan kualitas diri, serta memperkuat semangat dalam membangun kebaikan bagi masyarakat luas.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan, demi mewujudkan Jawa Barat yang lebih tertata dan istimewa. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim