RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambangi Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin, 23 Februari 2026.
Kedatangannya tersebut dilakukan untuk memfasilitasi pemulangan 12 perempuan yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) kembali ke Jawa Barat.
Setibanya di Maumere, Dedi Mulyadi bertemu dengan Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (TRUK F), organisasi yang selama ini memberikan perlindungan dan tempat penampungan bagi para korban yang dipimpin Suster Fransiska Imakulata atau Suster Ika.
Dedi Mulyadi datang dengan didampingi Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein alias Om Zein dan Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dan bertemu para wanita asal Jawa Barat di antaranya berasal dari Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat.
Gubernur Jabar sempat berbincang dengan para wanita tersebut dan menanyakan terkait kedatangan mereka ke NTT untuk bekerja di salah satu tempat hiburan malam.
"Ka dieu tahun sabaraha (ke sini tahun berapa)" tanya Dedi Mulyadi kepada salah satu wanita asal Purwakata dilansir dari YouTube Lembur Pakuan Channel.
Wanita itu pun menjawab sejak tahun 2023 dan awalnya dijanjikan mendapat gaji besar di Sikka, NTT.
"Mau pulang gak?" tanya Dedi Mulyadi kepada para wanita tersebut.
"Mau," jawab para wanita tersebut kompak.
Baca Juga: Cara Mudah Cek Bansos dan Desil DTSEN Cukup Pakai NIK, Warga Bogor Segera Coba
Peristiwa berawal dari dugaan eksploitasi terhadap 13 pekerja asal Jawa Barat (Jabar) yang diduga menjadi korban TPPO di salah satu tempat hiburan malam di wilayah Kota Maumere, Kabupaten Sikka.
Salah satu korban kemudian melaporkan kondisi yang dialaminya kepada TRUK F untuk memperoleh perlindungan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, relawan TRUK F menjemput para pekerja dan menampung mereka di lokasi aman dan hingga kini masih dalam penanganan Polres Sikka.
Editor : Eka Rahmawati