RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku menerima keluhan warga soal jalan saat perjalanan menuju lokasi safari Ramadhan di Kabupaten Bekasi.
Saat hadir di hadapan warga di Lapangan Den Sakti, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan Dedi menegaskan terkait kondisi jalan di Jawa Barat harus dalam kondisi mulus.
"Sepanjang jalan Pak Bupati, semua rakyat itu teriaknya satu, Pak jalan, Pak jalan," ujar Dedi Mulyadi kepada Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja dalam acara safari Ramadhan dilansir dari YouTube Lembur Pakuan Channel.
Dedi menyebut bahwa hidup itu adalah jalan atau perjalanan maka jalan harus mulus dan lurus.
"Andaikata ada kelokannya, kelokannya harus indah, betul gak? Tugas siapa itu? Tugas penyelenggaran negara," kata Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi penyelenggaran negara jika kalau dalam kaidah Islam disebutnya amilin atau yang mengelola dana baitul mal dan di dalamnya adalah pembayaran zakat.
"Zakat itu dulu dibayarkan untuk mengelola negara, di kita ini ada pajak, kita ini amilinnya (pemerintah), dan amilin itu kan gak boleh terlalu gede, space-nya 10 sampai 15 persen, kenapa Jawa Barat kok gak cepet majunya, kenapa Bekasi gak cepet majunya, amilin terlalu gede ngambil jatahnya," tegas Dedi Mulyadi.
Gubernur Jabar juga menyebut bahwa amilin yang dimaksudnya adalah gubernur, bupati, sekretaris daerah, kepala OPD, anggota DPRD.
"Kita ini ngambil jatah kegedean, di mana kegedeannya? Dari anggaran 100 persen amilin hampir 70 persen, dari 30 diambil lagi sisa 10 persen paling buat rakyat makanya kita susah maju," ucapnya.
Sehingga saat dirinya memimpin Provinsi Jawa Barat, Dedi mencoba untuk merubah pola berpikir tersebut.
"Apa merubah pola berpikirnya? Kita penyelenggara negara jangan terlalu banyak mengambil jatah kepentingan rakyat," tegas Dedi Mulyadi.
Editor : Eka Rahmawati