Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kesal Marak Pembangunan Hotel dan Perumahan di Bogor, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Proyek Keruk-keruknya bohong-bohongan, Cari Untung Doang

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 24 Februari 2026 | 12:05 WIB

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membahas pembangunan hotel dan perumahan di Bogor.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membahas pembangunan hotel dan perumahan di Bogor.

RADAR BOGOR - Keterkaitan antara kerusakan lingkungan di wilayah hulu dan dampaknya terhadap banjir di kawasan hilir, menjadi sorotan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dalam keterangannya di kawasan Sumberjaya, Kabupaten Bekasi, Dedi Mulyadi menjelaskan, aliran air yang menuju Bekasi berasal dari wilayah pegunungan di Bogor.

KDM (sapaan Dedi Mulyadi) menilai, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius dalam kebijakan pembangunan, khususnya di daerah hulu.

Menurut Dedi Mulyadi, pembangunan yang masif di wilayah Bogor, seperti pembangunan hotel dan perumahan, berpotensi mengganggu keseimbangan lingkungan.

"Ya, Bogornya jangan dibangun jadi hotel semua sama perumahan," jelas Dedi Mulyadi.

KDM berpandangan, jika kawasan resapan air terus berkurang, maka aliran air akan langsung menuju sungai dan meningkatkan risiko banjir di wilayah hilir.

Selain itu, Dedi Mulyadi juga menyoroti kondisi sungai di wilayah Bekasi yang dinilai semakin memprihatinkan.

KDM menyebut, kebiasaan membuang sampah ke sungai serta keberadaan permukiman di bantaran sungai menjadi penyebab utama terjadinya pendangkalan.

Dedi Mulyadi juga menyinggung pelaksanaan proyek normalisasi atau pengerukan sungai yang dinilai belum optimal.

"Proyek keruk-keruknya bohong-bohongan, cari untung doang," kata Dedi Mulyadi.

KDM menilai, kegiatan tersebut kerap tidak berjalan sesuai harapan dan lebih berorientasi pada keuntungan semata dibandingkan hasil yang nyata bagi masyarakat.

Dedi Mulyadi menegaskan, permasalahan banjir tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan harus melalui penataan menyeluruh dari hulu hingga hilir, termasuk pengendalian pembangunan di kawasan pegunungan serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.

Dengan demikian, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong, adanya sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjaga keseimbangan lingkungan demi mengurangi risiko bencana di wilayah Jawa Barat, khususnya Bekasi. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #bogor #KDM #gubernur jawa barat