RADAR BOGOR - Ruas Jalan Boulevard Grand Depok City (GDC) menjadi arena war takjil selama Ramadhan 2026.
Salah satunya adalah di depan kampus Jakarta Global University hingga seberang kantor Damkar Depok. Memasuki sore hari, ratusan pedagang takjil tumpah ruah di sana. Sebagian sudah mendirikan lapak dagangan dan sebagian lagi memadari pinggiran jalan GDC itu.
Ragam takjil, seperti kue basah dan gorengan mudah ditemui di sana, minuman es tebu, es teler hingga sop buah pun ada ada di sana. Tak ketinggalan juga penjual tahu petis hingga lumpia basah dan seblak pun dijajakan di sana. Ragam jajanan tak biasa seperti telor congkel hingga kue basah juga ditemukan di Kota Depok.
Lokasi war Takjil GDC ini bukan hanya diserbu oleh umat muslim yang menjalankan puasa, tetapi juga banyak non muslim yang ikut war takjil.
Anggelina Cristine salah satunya, setiap Ramadhan ia bersama dengan kakak dan adiknya selalu ikut war Takjil di GDC Kota Depok karena menurutnya jajanan yang didapat beragam dan kadang tak bisa dijumpai saat hari hari biasa.
"Iya, setiap tahun, emang mau jajan saja, soalnya kalau takjil ini beragam, seru juga," katanya kepada Radar Bogor Selasa, 24 Februari 2026.
Senada dikatakan Reynaldi, warga GDC lainya yang mengaku setiap Ramadhan selalu ikut berburu takjil dan datang lebih sore agar kebagian.
"Datang lebih sore, jam 4 sore sudah ke sini," katanya.
Sementara itu Anisha warga Kalimulya mengaku, tepat berburu takjil yang cukup lengkap dan dekat dengan rumahnya yakni d GDC. Namun, kata dia, pada awal Ramadhan untuk mendapatkan takjil yang sesuai keinginan harus datang lebih sore karena sering kehabisan.
"Iya, awal-awal Ramadhan gini, kalau telat, kehabisan, tapi kalau udah petengan puasa gak terlalu banyak saingan buat war takjil," tuturnya.
Ia mengaku, war takjil menjadi salah satu keseruan selama Ramadhan terlebih saat berburu menu berbuka puasa bersama dengan teman- teman non muslim.
"Seru, apalagi punya temen juga banyak non muslim, seru kala lagi war takjil gini," tukasnya. (faj)
Editor : Eka Rahmawati