Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pasca Korban Banjir di Ciamis Dapat Bantuan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke Warga: Kalau Diajak Kerja Bakti Harus Mau

Eka Rahmawati • Kamis, 26 Februari 2026 | 13:04 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi warga terdampak banjir di Sukahurip, Kabupaten Ciamis.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi warga terdampak banjir di Sukahurip, Kabupaten Ciamis.

RADAR BOGOR -  Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citalahab di Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis.

Di Kantor Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Dedi Mulyadi bertemu para warga terdampak banjir dan sempat berdialog serta memastikan bantuan segera disalurkan.

Dedi Mulyadi menyampaikan sebanyak 250 kepala keluarga atau KK di Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis akan mendapat bantuan.

"Ini kan semua 250 (KK) yang baru memenuhi syarat 170 ya udah sisanya nanti kita berikan," ujar gubernur Jawa Barat saat bertemu warga Sukahurip, Kabupaten Ciamis dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Gubernur Jawa Barat itu pun menegaskan kepada warga yang telah menerima bantuan agar mau melaksanakan kerja bakti untuk kebersihan lingkungannya.

"Kalau soal bantuan semua orang kan ngotot tapi kalau giliran kerja bakti mundur," ucap Dedi Mulyadi.

Kepala daerah yang kerap disapa KDM itu pun kembali menegaskan agar warga harus mau diajak kerja bakti dan bersih-bersih lingkungannya.

"Nanti kalau diajakin kerja bakti harus pada mau, kalau diajakin bersih-bersih harus mau," tegas gubernur Jabar.

Pada kesempatan tersebut Dedi Mulyadi menjelaskan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya awalnya mengajukan bantuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) untuk 250 KK.

"Setelah diverifikasi yang memenuhi syarat itu 170 (KK) tetapi kalau masyarakat namanya bantuan mau memenuhi syarat mau tidak memenuhi syarat tetep aja harus dibantu jadi yang 80 KK tetap oleh saya diproses mudah-mudahan dua hari selesai nanti hari Jumat diserahkan susulannya jadi semuanya 250 sesuai yang diajukan bupati oleh kita dikabulkan," jelas Dedi Mulyadi.

Mantan bupati Purwakarta itu pun mengingatkan agar bantuan sebesar Rp5 juta untuk masing-masing KK tidak boleh dipotong dan masuk ke rekening warga langsung.

"Tidak boleh ada alasan apa pun untuk meminta biaya administrasi jadi harus utuh Rp5 juta, jangan sampai setelah bantuan turun muncul di media sosial bantuannya dipotong," pungkasnya.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #banjir #bantuan